Dark/Light Mode

Musim Kemarau, Industri Diminta Jaga Kualitas Udara

Menteri Hanif Siapkan 4 Jurus Jitu Perangi Polusi

Jumat, 11 April 2025 07:40 WIB
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/4/2025). (Foto: Instagram/haniffaisolnurofiq).
Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (10/4/2025). (Foto: Instagram/haniffaisolnurofiq).

 Sebelumnya 
KLH juga akan mengutamakan kontrol terhadap gas buang industri dengan cara beralih ke bahan bakar gas dari bahan bakar batu bara.

Hanif menambahkan, kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan daerah sangat diperlukan dalam pengawasan kualitas udara melalui sistem monitoring real-time, seperti Continuous Emission Monitoring System (CEMS) dan Air Quality Monitoring System (AQMS).

Kepala Sub Bidang Informasi Pencemaran Udara BMKG Taryono Hadi mengungkapkan peran penting hujan dalam mengurangi polusi udara.

Baca juga : Kamhar Lakumani: Harapannya, Silaturahmi Kebangsaan Lanjut Terus

Menurutnya, saat musim kemarau seperti pada Juni hingga Agustus, kualitas udara di Jakarta cenderung memburuk karena polutan di atmosfer meningkat.

“Saat curah hujan rendah, partikel polusi sulit terurai, sehingga konsentrasi polutan seperti PM2.5 meningkat tajam,” tuturnya.

Taryono mengatakan, musim kemarau tahun ini kemungkinan akan mundur dari biasanya pada awal April menjadi akhir April. Lalu, puncak kemarau diperkirakan terjadi lebih awal, mencapai intensitas tertinggi pada September. Artinya, adanya pergeseran pola musim kemarau tahun ini.

Baca juga : Demokrat Puji Sikap Prabowo

“Jika biasanya berlangsung lebih cepat, kini musim kemarau diperkirakan mulai lebih lambat dan puncaknya bergeser ke September,” ungkapnya.

Pengamat iklim dan lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Emilya Nurjani mengatakan, musim kemarau bisa memicu peningkatan polusi udara.

Namun, cuaca dan iklim bukan satu-satunya penyebab tingginya angka pencemaran udara. Terdapat faktor lainnya yang menjadi penyebab, seperti sarana transportasi, industri, hingga sampah.

Baca juga : Mentan: Ada Dampak Tapi Tidak Perlu Dikhawatirkan

“Kecenderungannya memang di musim penghujan, kualitas udara lebih bagus dibanding musim kemarau,” ucap Emilya.

Untuk menghindari peningkatan pencemaran udara, kata Emilya, perubahan gaya hidup bisa menjadi salah satu solusi. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Jumat, 11 April 2025 dengan judul "Musim Kemarau, Industri Diminta Jaga Kualitas Udara Menteri Hanif Siapkan 4 Jurus Jitu Perangi Polusi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.