Dark/Light Mode

Kementerian ESDM Percepat Perizinan

Bahlil: Jangan Lambat, Kita Harus Responsif

Jumat, 11 April 2025 07:00 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Instagram/bahlillahadalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Instagram/bahlillahadalia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan penyederhanaan dan percepatan perizinan untuk mendorong efisiensi dan investasi di sektor energi.

Langkah ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemudahan berusaha.

Dalam acara Halal Bihalal Idul Fitri yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (9/4/2025), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kepada jajarannya agar responsif dalam mendukung kelancaran investasi dan kegiatan usaha. Terutama di subsektor minyak dan gas bumi (migas), serta mineral dan batubara (minerba).

“Semua regulasi yang be­rat harus segera diselesaikan karena kita butuh percepatan. Jika lambat, maka pemang­ku kepentingan sektor migas dan minerba akan mengalami hambatan dalam proses bisnis mereka. Karena itu, kita harus responsif,” ujar Bahlil dalam keterangan resmi Kementerian ESDM, Kamis (10/4/2025).

Baca juga : Atasi Kemacetan, DKI Dan Banten Sepakat Rute MRT Diperluas Ke Balaraja

Bahlil menjelaskan, penyeder­hanaan dan kemudahan perizinan berusaha menjadi salah satu fokus utama Presiden saat ini.

Presiden telah menginstruksi­kan kepada seluruh jajarannya untuk mempermudah semua proses perizinan. Termasuk menghindari pembuatan regu­lasi teknis yang justru meng­hambat investasi.

Selain itu, Bahlil juga mendorong peningkatan produksi siap jual atau lifting migas nasional dan penguatan hilirisasi.

Upaya ini dilakukan untuk menjaga sektor energi dari dampak kebijakan tarif re­siprokal yang diterapkan Presi­den Amerika Serikat Donald Trump.

Baca juga : Gunduli Dortmund 4-0, Blaugrana Injak Satu Kaki Di Semifinal

“Kita harus fokus memperkuat ekonomi domestik dengan me­manfaatkan sumber daya yang ada,” kata Bahlil.

Menurutnya, Indonesia harus mampu memetakan keunggulan kompetitif yang dimiliki. Termasuk memanfaatkan bahan baku yang melimpah di dalam negeri.

Program hilirisasi menjadi solusi strategis yang dapat meningkatkan nilai tambah di dalam negeri dan memperkuat daya saing ekonomi nasional.

“Meski ada perang dagang, kita tidak perlu panik berlebihan. Ini dinamika global yang harus dihadapi dengan strategi yang tepat,” tutur Bahlil.

Baca juga : Vika Kolesnaya, Yakin Dinikahi Billy Syahputra

Dia menambahkan, kondisi saat ini justru dapat menjadi momentum bagi Indonesia un­tuk memperkuat perekonomian nasional. Menurutnya, di setiap tantangan selalu ada peluang yang dapat dimanfaatkan.

“Situasi ini semakin mem­perkuat ketahanan ekonomi na­sional. Intervensi global mendorong Indonesia segera mengambil langkah-langkah komprehensif dalam menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi dan industrialisasi,” jelas Bahlil.

Pada kesempatan tersebut, Bahlil mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Hari Raya. Berkat kolaborasi berbagai elemen, kegiatan sek­tor ESDM selama Ramadan dan masa libur Idul Fitri dapat berjalan lancar.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua rekan-rekan yang tergabung dalam Satgas Hari Raya, Pertamina, PLN, serta pemangku kepentingan lain. Terima kasih atas kerja kerasnya memastikan kelancaran sektor energi selama periode libur ini,” tutup Bahlil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.