Dark/Light Mode

Wamendagri Ajak Kepala Daerah Pahami Visi Besar Presiden

Senin, 14 April 2025 14:58 WIB
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Kota Palu, Senin (14/4/2025).
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Kota Palu, Senin (14/4/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak jajaran Pemerintah Saerah (Pemda), khususnya seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), untuk bersama-sama memahami visi besar Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut, pokok-pokok pikiran Presiden dapat dibaca dalam buku berjudul "Paradoks Indonesia dan Solusinya".

"Silakan baca ini, maka kita akan punya gambaran lengkap dan lebih bisa menjiwai pemikiran Presiden Prabowo,”ujar Bima mewakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulteng, Kota Palu, Senin (14/4/2025).

Dengan membaca buku tersebut, Bima menyebut daerah akan lebih mudah memahami latar belakang digagasnya sejumlah program penting pemerintah pusat. Hal ini meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, hingga kebijakan efisiensi anggaran.

Bima menjelaskan, Presiden Prabowo terinspirasi oleh tokoh reformis China, Deng Xiaoping.

Baca juga : Pencuri Balik Ke Dealer Ambil Barang Tertinggal

Tokoh tersebut diketahui berhasil mendorong perubahan signifikan di negaranya hingga mampu menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Semangat tersebut diharapkan juga dapat dimiliki oleh para pemimpin di Indonesia.

"Saya mengajak Bapak-Ibu memahami jalan pikiran Presiden sebelum kita mengotak-atik RPJMD dan lain sebagainya,” tambahnya.

Ia menambahkan, saat ini Indonesia terus berupaya keluar dari ancaman jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Caranya dengan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai target sebesar 8 persen.

Target tersebut diharapkan dapat tercapai sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai negara besar, jelas Bima, Indonesia menerapkan sistem ekonomi campuran (mixed economy). Sistem tersebut memungkinkan terbukanya kemudahan investasi, tetapi di sisi lain juga melindungi masyarakat ekonomi bawah melalui kebijakan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca juga : Banyak Daerah Panen Besar, Prabowo Yakin Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia

Dalam konteks itu, Bima mengajak para pejabat di lingkup Pemda untuk bersama-sama memahami kebijakan tersebut.

Dalam forum tersebut, Bima mengapresiasi Gubernur Sulteng Anwar Hafid yang dinilainya mampu menjalin keakraban dengan jajarannya. Modal tersebut dianggap penting karena dapat mempermudah sinergisitas dan sinkronisasi antar-Pemda.

Selain itu, hal ini juga menjadi salah satu poin penting yang disuarakan Mendagri dalam gelaran Retret Kepala Daerah 2025 di Magelang beberapa waktu lalu.

"Sinergi, sinkronisasi, dan akselerasi. Ketika retret kita semua diminta untuk fokus pada tiga hal ini. Setiap gubernur diminta untuk sering-sering berkumpul bersama wali kota, bupati,” tandasnya

Sebagai informasi, dalam forum tersebut Bima turut menyaksikan penandatanganan berita acara kesepakatan hasil Musrenbang Provinsi Sulteng Tahun 2025 oleh Gubernur dan jajaran bupati/wali kota se-Sulteng.

Baca juga : Hampir Setiap Hari Terjadi Kebakaran di Kota Tangerang Selama Libur Lebaran

Bima juga menyaksikan pemberian penghargaan atas capaian penurunan angka kemiskinan kepada sejumlah kabupaten/kota di Sulteng.

Turut hadir dalam acara ini, anggota Komisi II DPR, Longki Djanggola, Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido, Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Moh Arus Abdul Karim, jajaran bupati/wali kota se-Sulteng, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.