Dark/Light Mode

Kunker Ke Jawa Tengah

Menteri Ara Ngamuk Temukan 5 Tower Rusun Kosong, Ini Rugikan Negara

Selasa, 29 April 2025 22:31 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait saat  kunjungan kerja ke KITB di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (29/4/2025). (Foto:PKP)
Menteri PKP Maruarar Sirait saat kunjungan kerja ke KITB di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (29/4/2025). (Foto:PKP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyoroti pembangunan Rumah Susun (Rusun)  untuk pekerja  di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. 

Anak buah Presiden Prabowo Subianto ini menemukan ada lima tower rusun pekerja kosong alias tidak dihuni,  dan ini merrugikan APBN. 

"Pembangunan Rusun KITB ini tidak matang dan tidak sesuai perencanaan. Apalagi Rusun ini selesai dibangun pada tahun 2022, tapi 5 dari 10 tower belum di huni sehingga rugikan APBN," kata Menteri Ara saat kunjungan kerja ke KITB di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (29/4/2025).

Untuk mengetahui pokok permasalahan belum optimalnya penghunian rusun KITB, Menteri Ara menemui Direktur Utama PT KITB, Ngurah Wirawan, Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, Plt Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa III, Antin Julianti dan Kepala Satker Penyediaan Perumahan Jateng, Enfy Diana Dewi. 

Baca juga : Ketemu James, Menteri Ara Mohon Doa Untuk Cari Solusi Meikarta

Menteri dari Partai Gerindra ini juga mengecek langsung kondisi unit Rusun yang sudah dihuni oleh pekerja industri di Tower 5 dan sejumlah fasilitas umum. Selain itu, juga ke Tower 6 untuk melihat unit Rusun yang direnovasi oleh perusahaan dari Taiwan yakni PT. Yih Quan Footware sebagai tempat tinggal para pekerjanya baik dari dalam maupun luar negeri.

Pada kesempatan itu, Menteri PKP juga menerangkan bahwa ada spesifikasi bangunan yang  tidak sesuai karena ada perubahan peruntukkan penghuni. Hal itu membuat pihak pengelola harus merenovasi unit oleh BUMN dengan menggunakan APBN. 

Menteri PKP menyatakan belum optimalnya penghunian Rusun ini diakibatkan perencanaan pembangunan Rusun yang tidak matang sehingga banyak tower yang belum dihuni. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banyak tower hunian yang berubah peruntukkan dari hunian untuk pekerja konstruksi menjadi pekerja industri. Sebagian Rusun bahkan harus direnovasi oleh BUMN sehingga merugikan negara karena menggunakan anggaran APBN lagi padahal Rusunnya sudah dibangun, namun belum dihuni tapi harus direnovasi ulang.

Baca juga : Perkuat Kemitraan dan Kerja Sama, Menteri Industri Arab Saudi Akan Kunjungi RI

"Saya akan menurunkan tim untuk mempelajari dimana letak ketidaksesuaian perencanaannya. Saya ingin lihat hukum ditegakkan dan jika ada dugaan korupsi akan kita sikat aja dan jangan ragu termasuk jika ada staf saya yang bekerja tidak sesuai peraturan segera laporkan," katanya.

Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Tengah, Enfy Diana Dewi menjelaskan, pembangunan 10 tower Rusun untuk pekerja di KITB Batang telah selesai pada tahun 2022 lalu. Pihaknya juga telah melakukan serah terima dan serah kelola aset Rusun ke pihak Danareksa sebagai pengelola Rusun.

"Kami akan berkoordinasi dengan pihak pengelola agar Rusun ini bisa segera dihuni," janjinya.

Sementara Direktur Utama PT KITB, Ngurah Wirawan mengaku bahwa saat ini pihaknya terus mendorong penghunian Rusun bagi para pekerja. Pihaknya juga akan mempermudah investor yang akan berinvestasi di KITB.

Baca juga : Tinjau Pantura, Menteri PU Temukan Sejumlah Titik Bergelombang di Jalur Mudik

"Saat ini sudah ada 7 perusahaan yang beroperasi di KITB dan memanfaatkan Rusun. Ke depan masih ada 7 perusahaan yang sedang membangun perusahaannya di KITB dan kami optimis akan lebih banyak Rusun yang akan terhuni," tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.