Dark/Light Mode

Kemenaker Siapkan Skema Program Magang Nasional, Targetkan 50 Ribu Peserta

Sabtu, 3 Mei 2025 14:40 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) tengah menyiapkan skema baru Program Magang Nasional untuk mendorong penciptaan tenaga kerja yang produktif.

"Program ini rencananya akan diluncurkan paling lambat Juni 2025," kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassierli saat membuka acara 'Gathering B300 GNIK (Gerakan Nasional Indonesia Kompeten) dan Para Pejuang Kompetensi', di Jakarta, Sabtu (3/5/2025).

Acara tersebut dihadiri lebih dari 450 pimpinan tertinggi bidang manajemen sumber daya manusia (SDM) dari berbagai perusahaan multinasional, BUMN dan perusahaan swasta Nasional terkemuka di Indonesia.

Yassierli mengungkapkan, skema baru perlu disiapkan lantaran program magang yang berjalan selama ini kurang efektif. Bahkan, dianggap menjadi beban bagi industri karena harus melatih kembali calon tenaga kerja.

"Hasil dari Program Magang Nasional ini diharapkan dapat memberi 'sesuatu' kepada perusahaan. Karena programnya menggunakan pendekatan pembelajaran," ungkapnya.

Yassierli menjelaska , program tersebut menyasar 50 ribu calon pekerja. Pelatihan akan berlangsung selama 3 bulan. Mereka yang ikut pelatihan harus memiliki 'basic electronic industry' untuk mempertajam kompetensi.

"Peserta magang harus sudah punya kompetensi dasar di industri, karena modul pelatihan berbasis teknologi 4.0. Diharapkan, peserta magang dapat melakukan problem solving terkait teknologi 4.0 untuk project sederhana,” harap Yassierli.

Baca juga : Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji, Harganya Mulai Rp 500 Ribu

Peserta akan dibekali dengan pelatihan IoT, coding basic yang terintegrasi dengan smart gadget, dan otomatisasi sederhana.

Dengan begitu, mereka akan memiliki kompetensi dasar di bidang-bidang tertentu, seperti 'smart office', 'smart warehouse', 'smart logistic', 'smart building', 'smart farming', atau 'smart fishery'.

"Ketika masuk ke perusahaan, peserta bisa menyumbangkan keahlian yang diperoleh selama pelatihan. Saya yakin project itu dibutuhkan perusahaan," ucapnya.

Menaker memastikan, tenaga magang yang sudah terlatih dapat berkontribusi bagi industri atau perusahaan.

Untuk itu, ia mendorong perusahaan untuk menerima dan menyediakan tempat bagi para tenaga magang yang sudah terlatih.

"Kami juga akan langsung melakukan supervisi, tidak oleh perusahaan. Perusahaan hanya perlu memberi 'case' kepada tenaga magang, dan mereka akan menyelesaikannya," katanya.

Setelah program magang selesai, lanjut Menaker, tenaga magang akan dikembalikan ke Kemenaker untuk dicarikan perusahaan lain yang membutuhkan kontribusi mereka dalam mengatasi masalah di perusahaan tersebut.

Baca juga : Polisi Bongkar Jaringan Judol Bertaraf Internasional, Amankan Rp 75 Miliar

"Jika dianggap mampu, perusahaan dapat merekrut langsung tenaga magang tersebut untuk dijadikan sebagai karyawan," jelas Yassierli.

Program Magang Nasional yang digagas Kemenaker merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.

SDM berkualitas merupakan kunci utama untuk mendorong reindustrialisasi dan memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Kemenaker bersama GNIK meluncurkan Podcast Produktivitas, sebagai salah satu inisiatif strategis untuk mendorong kesadaran dan praktik produktivitas berkelanjutan di berbagai sektor.

"Kami berharap peran GNIK tak terbatas pada sertifikasi kompetensi, tetapi melangkah lebih jauh sebagai motor penggerak perubahan mindset dan budaya kerja," harap dia.

Yassierli menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan sangat penting untuk mewujudkan reindustrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Pemerintah berperan sebagai orkestrator, namun keberhasilan transformasi SDM sangat bergantung pada sinergi yang tercipta di antara semua pihak yang terlibat," tutup Yassierli.

Baca juga : Festival Semarapura 7 Resmi Dibuka, Targetkan 20 Ribu Pengunjung

Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Pejuang Indonesia Kompeten (PPIK), Dr Ir Yunus Triyonggo CAHRI menegaskan kembali peran unik GNIK menuju Indonesia Kompeten 2030.

Sekadar informasi, PPIK merupakan transformasi dari Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK). Perubahan itu bertujuan untuk memperkuat wadah bagi para pejuang SDM di Indonesia agar lebih akuntabel, legal, dan memiliki jangkauan yang lebih luas.

"Kami memberi keleluasaan kepada para pejuang kompetensi untuk bergerak, melompat jauh dan berdampak positif yang eksponensial. Karena waktu yang semakin sedikit untuk target 5 tahun ke depan guna mencapai periode bonus demografi," kata Yunus.

Lewat pertemuan semacam ini, Yunus berharap tercipta aksi-aksi yang yang dapat dikerjakan bersama secara serentak, dengan penuh hasrat untuk memberi dampak eksponensial, di luar cara-cara konvensional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.