Dark/Light Mode

Mitigasi Erupsi Lahar Merapi, PU Mau Bangun 9 Sabo Dam Di Sumbar

Senin, 5 Mei 2025 06:25 WIB
Lokasi rencana pembangunan Sabo Dam yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Lokasi rencana pembangunan Sabo Dam yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Anai di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian PU akan membangun 9 Sabo Dam di wilayah Gunung Merapi Sumatera Barat.

Pembangunan Sabo Dam bertujuan untuk mengurangi risiko dan dampak banjir lahar dari erupsi Gunung Merapi.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, Kementerian PU akan berupaya membangun 6 sabo dam yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan 3 sabo dam di Kabupaten Agam. 

Baca juga : Persib Vs Malut, Menang Berarti Maung Bandung Juara

"Pembangunan 1 sabo dam membutuhkan biaya Rp25 miliar. Kalau lahan sudah siap, Insya Allah segera dibangun 6 sabo dam di Tanah Datar dan 3 sabo dam di Agam," kata Menteri Dody dalam kunjungan kerja di Sumatera Barat Minggu (5/2025). 

Menteri Dody, melihat kondisi Gunung Merapi yang masih tetap aktif, tentu akan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat terhadap potensi bencana. Untuk itu, Ia meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk segera merealisasi pekerjaan fisik sabo dam sesuai dengan rencana. 

"Tadi di atas (gunung) diinformasikan oleh Komisi V DPR RI ada 1 juta m³ abu. Diharapkan Sabo Dam ini nantinya bisa melindungi masyarakat akibat bencana golodo," katanya. 

Baca juga : Hanif Sjahbandi Merasa Malu Banget Persija Dihajar Semen Padang

Pembangunan sabo dam DAS Anai merupakan upaya mitigasi bencana banjir lahar dan banjir bandang dampak dari erupsi Gunung Merapi pada Mei 2024 lalu.

Enam sabo dam di Kabupaten Tanah Datar meliputi 3 sabo dam di Sungai/Batang Malana, 2 sabo dam di Sungai/Batang Anai, dan 1 Series River Training Works di Sungai/Batang Pagu-Pagu. Kemudian 3 sabo dam lagi akan dibangun di Sungai/Batang Katik, Kabupaten Agam. 

Secara teknis, Sabo Dan di DAS Anai dibangun bertingkat di tengah bendung ,sehingga sabo dapat mengalirkan air, sekaligus membendung sedimen atau endapan material vulkanik. Apabila bendung tidak mampu menahan semua aliran debris, maka akan dilewatkan melalui bagian atas (overtopping), sehingga dapat meminimalisir risiko bencana banjir lahar di hilir.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.