Dark/Light Mode

Bertemu Menteri Ara, Menteri PANRB Bahas Rumah Subsidi Untuk ASN

Senin, 5 Mei 2025 23:59 WIB
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini  bertemu Menteri PKP, Maruarar Sirait di Jakarta, Senin (5/5/2025).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini bertemu Menteri PKP, Maruarar Sirait di Jakarta, Senin (5/5/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

Kedua menteri Kabinet Merah Putih ini nampak fokus membahas rencana penyediaan rumah subsidi untuk pegawai di lingkungan Kementerian PAN-RB. 

"Jumlah pegawai PAN-RB ada sekitar 8000-an. Kita akan data lebih dulu mana pegawainya yang belum memiliki rumah. Program rumah subsidi ini sangat dinantikan para ASN," kata Menteri Rini di Kantor PKP Jakarta, Senin (5/5/2025).    

Menteri PANRB pun mengucapkan terima kasih kepada Menteri PKP terkait program perumahan bagi pegawai ASN . 

Baca juga : Bertemu Gubernur Sulbar, Menteri PU Bahas Infrastruktur Irigasi

"Saya ucapkan terima kasih kepada Menteri PKP yang sudah memperhatikan kesejahteraan untuk pegawai PAN-RB. Tentunya ini adalah program yang menarik, karena tidak semua ASN punya rumah, dan ini tentunya kami akan menyesuaikan data yang ada dengan persyaratan yang sudah dikeluarkan atau yang sudah disampaikan oleh BPS," kata Rini yang menggantikan Abdullah Azwar Anas sebagai Menteri PAN-RB ini.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan, program rumah subsidi ini untuk mendorong semangat kerja pegawai PAN-RB melayani masyarakat dengan baik. 

"Hari ini, saya berdiskusi dengan Menteri PAN-RB bersama Wamen PAN-RB, Kepala BPS dan Wakil Kepala BPS, BP Tapera, Sekjen dan Irjen PKP membahas pengalokasian rumah subsidi untuk ASN PAN-RB," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Ara juga membahas berbagai hal terkait rumah bagi pegawai ASN yang layak huni sekaligus mendorong semangat kerjanya melayani masyarakat dengan baik. Dari diskusi tadi berlanjut ada ekosistem yang ada di Kementerian PAN-RB, yang harus disikronkan, di antaranya ada Lembaga Administrasi Negara (LAN), Paguyuban Pegawai Arsip Nasional Indonesia (ANRI) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Baca juga : Menteri Ara Fokus Wujudkan Perumahan Adil & Merata

"Kita memutuskan untuk mengkonsiderasikan dulu eksositem ini, dan kita akan bertemu lagi pada Rabu (21/5/2025) sore untuk membuat MoU rumah subsidi untuk ASN," jelasnya. 

Selain itu, Menteri PKP juga menyampaikan, bahwa  Pemerintah menambah kuota rumah subsidi FLPP dari 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit tahun ini.

"Jumlah rumah FLPP sangat besar, dan ini merupakan sejarah baru di pemeritahan Prabowo Subianto," tukasnya

Pada kesempatan itu, Menteri Ara menyatakan, dengan dukungan data dari BPS diharapkan ke depan data yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik oleh semua pihak sehingga penyaluran bantuan perumahan dari Pemerintah benar-benar tepat sasaran dan dirasakan masyarakat.

Baca juga : Menteri Ara Tegur Pengembang, Rumah Subsidi Bukan Untuk Orang Kaya

"Jangan sampai rumah subsidi dihuni oleh orang berduit alias orang kaya. Semua alokasi akan dipantau dengan ketat," tegasnya 

Menteri PKP juga berterima kasih kepada BPS karena dengan data yang akurat dan terus diupdate, program rumah subsidi bisa tepat sasaran dan dinikmati pegawai PANRB.

"Terima kasih karena dengan data BPS itu akan membuat pekerjaan rumah kami di lapangan, seperti program BSPS dan rumah subsidi menjadi sangat terbantu," ujarnya.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.