Dark/Light Mode

Amran Temui Menteri Jepang, Bahas Kerja Sama Teknologi dan Ekspor CPO

Selasa, 29 April 2025 13:41 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang, Taku Eto di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Foto: RM.ID/KAL)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang, Taku Eto di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Foto: RM.ID/KAL)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menerima kunjungan Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang Taku Eto di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (29/4/2025). Pertemuan keduanya berlangsung kurang lebih satu jam.

Menteri Pertanian Andi Amran mengatakan dalam pertemuan ini, ada keinginan kedua negara untuk kolaborasi dalam meningkatkan kerjasama pertanian dan perdagangan. Hal ini didasari oleh keinginan bersama untuk menghadapi perubahan iklim global yang saat ini dampaknya luar biasa pada seluruh negara, terutama di sektor pertanian. "Kita menghadapi hal yang sama. Suhu tinggi, luar biasa panas. Sehingga produksi pertaniannya diprediksi akan berkurang," ujarnya.

Makanya, Indonesia dan Jepang, sambung Menteri Amran, sepakat untuk kolaborasi menghadapi situasi global ini. Apalagi ke depan masalah iklim tantangannya semakin besar.

Baca juga : Perkuat Literasi Keuangan, Jasaraharja Putera Gandeng UIN Suska Riau

"Kita menghadapi, Filipina juga demikian, Malaysia, Jepang juga menghadapi. Kita bersyukur karena mampu kita memitigasi risiko atau dampak iklim yang kita hadapi tahun lalu. Kita bersyukur," ungkapnya.

Dalam pembicaraan ini, Amran mengaku menawarkan kerjasama teknologi pertanian kepada Menteri Pertanian Jepang. Indonesia memiliki lahan yang sangat subur dan sumber air yang cukup. Indonesia dan Jepang dapat membentuk kluster bersama untuk kerjasama pertanian modern yang bisa memitigasi risiko kekurangan pangan. "Itulah solusi ke depan. Jadi yang penting dulu kerjasama teknologi untuk memitigasi resiko iklim," bilang Amran.

Selain menawarkan kerjasama di bidang teknologi pertanian, Amran juga menawarkan kerjasama perdagangan dengan Jepang. Dalam kerjasama dagang ini, menteri asal Bone Sulawesi Selatan (Sulsel) ini, menawarkan ekspor Crude Palm Oil (CPO), sementara Jepang meminta agar susu segar dan produk turunan dari negaranya dapat masuk ke Indonesia.

Baca juga : Temui Kepala Staf Bela Diri Jepang, Menhan Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis

"Aku katakan oke. Tapi aku minta tingkatkan ekspor CPO, palm oil ke Jepang. Kami punya 25 juta. Tetapi yang terpenting (Jepang) tadi mau sertifikasi halal. Kemudian susu ke Indonesia. Nanti dibahas secara teknis," sebutnya.

Hanya saja, Menteri Amran enggan menyebut soal adanya permintaan Jepang untuk impor beras milik Indonesia. Amran mengakui masalah beras ini memang disinggung dalam pertemuan. Namun dirinya ingin kerjasama soal beras ini pada pengembangan teknologi. Bahkan Amran mengaku Menteri Pertanian Jepang sempat penasaran dengan dua varietas benih padi Indonesia yang tahan kekeringan dan tahan rawa/air asin.

Atas pertanyaan tersebut, Amran menjelaskan bahwa dua varietas benih tahan kering dan tahan rawa/air asing tersebut jenis varietasnya adalah Impara Biosalin dan Padi Gogo. "Jadi dua (varietas) itu kita, Indonesia menciptakan benih yang adaptasi pada lingkungan. Adaptasi pada kekeringan, adaptasi pada air tawar dan asin. Itu kata kunci, itu yang ditanyakan tadi," ujarnya.

Baca juga : Hadiri Pertemuan Di Beijing, Menhan RI Bahas Kerja Sama Strategis Pertahanan

Namun saat disinggung kembali soal keinginan Jepang untuk impor beras asal Indonesia, Amran hanya berseloroh. "Kita kerjasama dulu. Janganlah seperti kemarin bahwa Presiden siap ekspor, Aku (belum mau). Kami loyal tanpa batas pada Bapak Presiden. Kalau beliau mengatakan ekspor, aku pasti lakukan ekspor. Tapi, kita menjaga stok dalam negeri," tegasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.