Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luncurkan Program Pemutihan, Pemprov Tebus Tunggakan Ribuan Ijazah Tertahan
Sabtu, 3 Mei 2025 22:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ribuan ijazah siswa di DKI Jakarta tertahan selama bertahun-tahun akibat tunggakan biaya administrasi sekolah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun meluncurkan program pemutihan ijazah sebagai solusi agar siswa dari keluarga tidak mampu dapat segera melanjutkan pendidikan dan mencari pekerjaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, ada ribuan ijazah yang telah tertahan selama tiga hingga lima tahun di sekolah-sekolah.
"Ijazah ini tertahan lantaran siswa menunggak biaya sejumlah keperluan di sekolah yang nilainya bisa mencapai Rp 15 juta hingga Rp 17 juta per siswa," ucap Pramono saat menyerahkan bantuan pemutihan ijazah tahap kedua di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/5/2025).
Program pemutihan ini menyasar siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak sanggup membayar kewajiban administratif sekolah.
Baca juga : Kemenaker Siapkan Skema Program Magang Nasional, Targetkan 50 Ribu Peserta
"Jadi intinya ijazah ini tidak diambil karena mereka tidak mampu," tegas Pramono.
Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, pada tahap kedua program pemutihan ijazah ini, sebanyak 371 siswa menerima bantuan untuk menebus ijazah yang tertahan. Sebelumnya, pada tahap pertama, 117 siswa telah mendapat bantuan serupa.
"Sehingga sebanyak 488 siswa telah menerima program pemutihan ijazah," kata Pramono.
Total anggaran yang telah digelontorkan Pemprov DKI Jakarta untuk program ini mencapai Rp 1,69 miliar. Program ini merupakan bagian dari target 100 hari kerja Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, sejak mereka dilantik pada 20 Februari 2025.
Baca juga : Peringati Hari Pendidikan Nasional, Gubernur Pram Serahkan Ijazah Tertahan
Namun, permasalahan belum sepenuhnya selesai. Pramono menyatakan masih ada ribuan ijazah lain yang belum ditebus dan menjadi target pemutihan berikutnya.
"Masih ada 6.652 ijazah yang tertahan dan akan menjadi sasaran program pemutihan berikutnya," ujarnya.
Pramono menekankan pentingnya kehadiran negara dalam membantu warganya, terutama dalam hal pendidikan.
"Pemerintah dalam hal ini harus hadir dan kami bersyukur Basnas, Bazis membantu ini bersama dengan Dinas Pendidikan dan juga Pemerintah DKI Jakarta. Ini merupakan program quick win saya dan Bang Doel (Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno) 100 hari," ungkap Pramono.
Baca juga : Jalankan Program Presiden, Menteri PKP Mulai Serahkan Kunci Rumah Subsidi Nakes
Momentum penyerahan ijazah ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Jumat, 2 Mei 2025. Dalam suasana penuh Gubernur Jakarta menyerahkan langsung ijazah-ijazah tersebut secara simbolis kepada para siswa penerima bantuan.
Lebih lanjut, Program yang turut didukung oleh Baznas Bazis Jakarta ini ditargetkan selesai dalam 100 hari kerja. Harapannya, tidak ada lagi siswa Jakarta yang tertinggal masa depannya hanya karena tidak mampu menebus ijazahnya.
“Diharapkan melalui program ini tidak ada lagi warga Jakarta yang tertahan ijazahnya karena keterbatasan biaya. Sehingga mereka dapat meneruskan pendidikannya dan memanfaatkannya untuk memperoleh pekerjaan,” pungkas Pramono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya