Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pertama Di RI, Pemerintah Siapkan 20 Ribu Rumah FLPP Untuk Pekerja Migran
Kamis, 8 Mei 2025 20:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui kementerian PKP terus memperluas karpet merah untuk rakyat mendapatkan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Kali ini, karpet merah dibuka untuk Pekerja Migran Indonesia. Sebanyak 20 ribu rumah subsidi disiapkan untuk pahlawan devisa. Tahap pertama, diserahkan 100 kunci rumah subsidi. Rumah FLPP ini akan difokuskan di wilayah Pulau Jawa, Lampung, NTB, dan NTT.
Program rumah murah ini adalah sejarah baru dan bentuk perhatian Pemerintah terhadap pahlawan devisa yang kerja di luar negeri. Rumah subsidi ini juga merupakan hasil kolaborasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), BPS, BP Tapera dan Bank BNI.
Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP, Imran mewakili Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, rumah subsidi ini merupakan bagian dari program 3 juta rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat memiliki rumah yang layak dengan harga terjangkau.
Baca juga : Suap Ronald Tannur, Erintuah Damanik Divonis 7 Tahun Penjara
"Karpet merah untuk rakyat memiliki hunian yang layak terus dibuka. Saatnya pekerja Migran punya rumah. Semoga seluruh pekerja migran bisa menikmati dan memiliki rumah layak huni dan berkualitas," ujar Imran saat Peluncuran Program Rumah Subsidi Untuk Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (8/5/2025).
Adanya program ini, imbuhnya, merupakan komitmen Presiden Prabowo untuk mensejahterakan rakyat, khususnya wong cilik.
"Kami ingin mensukseskan program yang digagas Presiden Prabowo melalui SKB 3 Menteri dengan pembebasan retribusi BPHTB dan percepatan penerbitan PBG dari 45 hari menjadi 10 hari, bahkan lebih cepat dan pembebaskan PPN rumah sampai Rp2 miliar," katanya.
Sementara itu, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding menjelaskan, Program 3 Juta Rumah dengan kebijakan rumah pekerja migran ini merupakan bagian dari sejarah di Indonesia. Apalagi program ini baru direncanakan sejak satu bulan lalu dan terlaksana dengan baik di lapangan berkat kolaborasi dan kerjasama lintas Kementerian dan Lembaga.
Baca juga : Khofifah Gandeng PKP Siapkan 20 Ribu Rumah Subsidi FLPP Untuk Warga Jatim
"Inilah momen di mana baru pertama ada kebijakan penyediaan rumah subsidi bagi pekerja migran Indonesia. Tentu hal ini dikarenakan untuk melanjutkan perintah Presiden Prabowo Subianto yang begitu perhatian kepada masyarakat termasuk pekerja migran supaya mereka bisa bisa memiliki rumah pertama berupa rumah subsidi," katanya.
Berdasarkan data yang ada, jumlah pekerja migran di Indonesia mencapai 5 juta di seluruh dunia. Selain itu, penghasilannya cukup lumayan jika dibanding dari mereka yang bekerja di dalam negeri. Program ini juga dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia sehingga bisa bisa dinikmati oleh para pekerja migran yang bekerja di seluruh dunia.
"Rata-rata pekerja migran di Korea dan Jepang memiliki penghasilan antara Rp15 juta sampai Rp 25 juta. Sedangkan dari data BPS jumlah devisa dari pekerja migran mencapai Rp 253,3 triliun per tahun kemarin, dan devisa ini terbesar ke dua setelah migas sehingga pantas pekerja migran disebut pahlawan devisa. Kementerian PKP dan Kementerian P2MI juga sepakat menyediakan kuota 20 ribu rumah subsidi bagi pekerja migran," ujarnya.
Menteri dari PKB ini menyatakan, jumlah rumah subsidi pekerja migran di tahun depan diharapkan dapat terus bertambah. “Mudah-mudahan dai 20 ribu bisa meningkat jadi 30 ribu unit rumah tahun depan dan seterusnya,” harapnya.
Baca juga : Kerek Daya Beli Rakyat, Pemerintah Diminta Permudah Izin Investasi
Salah satu pekerja migran, Nurlia mengaku, sangat senang karena bisa memiliki rumah pertama berupa rumah subsidi.
"Terima kasih Pak Prabowo Subianto atas program rumah untuk pekerja migran ini. Alhamdulillah program ini sangat membantu untuk saya dan teman-teman juga apalagi yang pekerja migran yang kemungkinan untuk.membeli tanah sangat mahal sehingga KPR FLP ini bisa membantu kami memiliki rumah impian," katanya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya