Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gelar Muktamar III
Ipemi Minta Pemerintah Prioritaskan UMKM Perempuan
Senin, 5 Mei 2025 18:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) baru saja menggelar Muktamar III di Royal Kuningan, Jakarta, pada 4–6 Mei 2025. Dalam forum tersebut, Ipemi menyuarakan harapan agar pemerintah lebih berpihak kepada pelaku UMKM perempuan.
Muktamar bertema “Transformasi dan Inovasi UMKM di Era Ekonomi Kreatif Meningkatkan Daya Saing Global Menuju Indonesia Emas” ini turut dihadiri tiga menteri. Yaitu, Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar hadir dalam malam keakraban Milad ke-10 Ipemi. Menteri UMKM Maman Abdurahman membuka acara muktamar, sementara Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberi pembekalan.
Ketum Ipemi Ingrid Kansil menyatakan, empat poin utama yang menjadi harapan Ipemi demi mendorong penguatan ekonomi muslimah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para menteri yang telah menunjukkan komitmennya untuk peduli terhadap UMKM, khususnya perempuan,” ujar Ingrid, dalam keterangan tertulis, Senin (5/5/2025).
Baca juga : PCO: Revitalisasi Sekolah Wujud Kepedulian Pemerintah Setarakan Akses Pendidikan
Dengan semangat dan kebersamaan, Ipemi bertekad terus maju dalam pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi pengusaha muslimah.
Ingrid menegaskan, Muktamar III ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung pembangunan nasional, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Terutama pada poin ketiga dan keempat yang menekankan pentingnya kewirausahaan serta penguatan peran perempuan.
"Semoga di Muktamar ke-3 ini, kita bisa menguatkan tekad untuk bersama-sama menciptakan program-program kerja yang mendukung penguatan ekonomi, sesuai tema yang kita usung kali ini," ujar Ingrid.
Menurutnya, peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional harus didukung. Dengan begitu, lapangan pekerjaan akan tercipta, dan mengurangi angka kemiskinan. Sehingga ekonomi akan terus tumbuh.
Baca juga : Bersama Koalisi Pemerintah, PKS Semakin Kokoh Melayani & Membela Rakyat
Untuk keberlanjutan UMKM, Ipemi berharap agar Pemerintah memprioritaskan pengusaha muslimah dalam kebijakan ekonomi nasional. Setidaknya ada empat hal untuk mendukung UMKM perempuan.
Pertama akses permodalan. Ingrid mengatakan, Pemerintah harus memastikan bahwa KUR dan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) dapat disalurkan lebih terarah kepada UMKM perempuan. mudah diakses oleh UMKM perempuan. "Dengan syarat yang lebih fleksibel dan bunga rendah," katanya.
Kedua, pelatihan dan pengembangan. Ingrid menilai pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan UMKM perempuan. Seperti pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, pengembangan produk, dan kualitas layanan. Seperti sertifikasi halal dan SNI, serta Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).
Ketiga, dukungan pemasan dan digitalisasi. "Pemerintah dapat memfasilitasi UMKM perempuan untuk berpatisipasi dalam pameran dan festival, baik lokal maupun internasional," pinta Ingrid.
Baca juga : Hari Ini Jemaah Haji Kloter 1 Tiba di Madinah, Syarikah Siapkan Penyambutan
Keempat, regulasi dan perlindungan usaha. Ingrid meminta agar Pemerintah memastikan bahwa regulasi terkait UMKM bersifat adil, transparan, dan melindungi perempuan dari berbagai bentuk diskriminasi. "Dengan upaya tersebut, Pemerintah dapat membantu kami untuk tumbuh dan berkembang, sehingga dapat berkontribusi lebih besar dalam perekonomian nasional," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, baik Menteri UMKM Maman Abdurahman dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya berkomitmen membantu pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif.
Maman mengatakan, Kementerian UMKM sudah berkomunikasi dengan 46 penyalur modal. "Soal pelatihan dan pemasaran, kita juga sudah lakukan. Saya akan memberikan space di Smesco untuk produk-produk Ipemi," janjinya.
Sementara, Riefky menyebut di era digitalisasi, pengusaha harus bertransformasi. Ia mendorong agar UMKM bisa menembus pasar nasional dan global. "Kita memasuki era baru. Ekonomi kreatif diharapkan mampu menjadi mesin baru ekonomi nasional. Terlebih, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya