Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Dokter Umum Dilatih Tangani Persalinan
Wamenkes: Masih Wacana, Butuh Kajian Mendalam
Kamis, 15 Mei 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Media sosial diramaikan dengan adanya kabar pelatihan bagi para dokter umum menangani persalinan. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut infomasi tersebut masih wacana dan memerlukan kajian mendalam.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, wacana pelatihan dokter umum di daerah agar bisa menangani persalinan dengan operasi sesar, membutuhkan kajian mendalam.
Menurut dia, realisasi dokter umum memiliki keahlian pembedahan operasi sesar, harus dibicarakan secara kolegium, alias dengan badan yang dibentuk oleh organisasi profesi untuk setiap cabang disiplin ilmu kesehatan.
“Belum, masih jauh. Masih wacana. Masih dibicarakan dengan kolegium. Tidak secepat itu,” ujar Dante dalan keterangannya dikutip, Rabu (14/5/2025).
Terpisah, anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mendukung pemberian pelatihan kepada para dokter umum, agar mereka mampu melakukan prosedur opersasi sesar.
Baca juga : Pemerintah Didorong Ngekor Langkah China
Dia menilai, usulan itu tepat dan dapat dijalankan, karena Indonesia kekurangan dokter spesialis, khususnya di daerah Terpencil, Terluar dan Terdepan (3T).
Lebih lanjut, Irma meminta Kemenkes mengakomodir pelatihan yang mumpuni kepada para dokter yang bertugas di daerah 3T.
Dengan begitu, para dokter umum memiliki kemampuan seperti dokter Obgyn untuk membantu persalinan dengan operasi caesar.
“Pelatihan operasi kepada para dokter umum merupakan solusi realistis. Itu bisa dijalankan sambil menunggu pemenuhan dokter spesialis kandungan (obgyn) di daerah. Saya kira, tidak ada salahnya,” ujarnya.
Seperti diketahui, usulan tentang pelatihan bagi dokter umum agar mampu menangani persalinan, disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Baca juga : Paviliun RI Jadi Panggung Promosi Proyek Unggulan
Menurutnya, dokter umum perlu diberi kewenangan untuk melakukan operasi sesar pada ibu hamil dengan kondisi medis tertentu.
Rencana ini bertujuan untuk menekan tingginya kasus kematian ibu saat melahirkan di daerah 3T, lantaran minimnya dokter kandungan di daerah tersebut.
Berdasarkan data Kemenkes, jumlah dokter umum di Indonesia per Mei 2024 sebanyak 156.310 dokter.
Sementara, jumlah dokter spesialis sebanyak 49.670. Bila ditargetkan 1 dokter umum per 1.000 penduduk, Indonesia masih kekurangan 124.294 dokter umum.
Wacana pelatihan bagi para dokter umum agar dapat menangani persalinan juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial X.
Baca juga : DKI Didorong Perbanyak Beli Truk Sampah Listrik
“Menurut gue, boleh-boleh aja dokter umum dilatih persalinan. Toh, praktek yang terjadi di desa-desa, dokter umum juga bantu persalinan kok,” cuit akun @alamain.
“Yang jadi ganjalan dari wacana ini sebenarnya sederhana, nanti ada kecemburuan dari dokter spesialis Obygn yang sudah menempuh pendidikan lama dan bayar pendidikan mahal,” tulis akun @RindropInwtrfall5.
“Saran ku, dokter umum dibiayai ambil spesialis Obygn. Tapi, dengan syarat bersedia bekerja di daerah,” timpal akun @Gliombang_Ke3.
“Mohon maaf nih, memangnya dokter umum nggak diajarin membedah dan menjahit bekas operasi? Kalau mereka sudah diajarin, menjadikan mereka dokter yang mampu menangani persalinan kan nggak sulit,” tutur akun @rrromme_1728. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya