Dark/Light Mode

Isi Materi di Lemhannas

Budiman Sudjatmiko: Kemajuan AI untuk Ciptakan SDM Kompetitif di 2045

Kamis, 26 Juni 2025 19:31 WIB
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko saat mengisi acara di Lemhannas. (Foto: BP Taskin)
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko saat mengisi acara di Lemhannas. (Foto: BP Taskin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Akselerasi penggunaan dan penerapan artificial intelligence (AI) atau akal imitasi makin cepat di Indonesia.

Yang paling penting saat ini adalah bagaimana memanfaatkan akal imitasi untuk membentuk karakter generasi Z dan Alpha agar bisa menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompetitif tahun 2045.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko saat mengisi acara Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXV tahun 2025 di Gedung Lemhanas RI di Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Budiman mengatakan bahwa pola pikir generasi Z dan Alpha saat ini sudah berbeda dengan generasi sebelumnya. Saat ini, mereka lebih autentik, destruktif dan lebih punya kesadaran global.

"Yang harus kita dorong sekarang adalah bagaimana mereka mampu berpikir secara strategis dan tidak hanya global," kata Budiman.

Baca juga : Yupi Tegaskan Komitmen Industri Halal di IIHF 2025

Budiman bilang, berpikir global dan strategis itu berbeda. Dia menjelaskan global itu lebih kepada soal jangkauan, sedangkan berpikir strategis bagaimana cara memanfaatkan luasan jangkauan itu.

"Teknologi sudah memungkinkan itu, karena salah satu sebab suatu bangsa atau orang menjadi miskin adalah ketika dia tidak beradaptasi dengan kemajuan teknologi," kata Budiman.

Kemajuan teknologi bisa membuat orang arang atau bangsa mempunyai akses pada ilmu pengetahuan, akses pada permodalan, akses pada pasar dan itu salah satu cara membuat orang bisa keluar dari kemiskinan.

"Kalau orang miskin dan anak muda punya akses terhadap teknologi terbaru, akses pada modal, akses ke pasar dan akses pada ilmu pengetahuan akan membuat mereka bisa berinovasi lebih baik ke depannya," kata eks aktivis Reformasi 1998 ini.

Dengan adanya pemahaman ini, Budiman berharap kepada para peserta Lemhanas yang berasal dari pemimpin berbagai institusi seperti TNI, Polri, petinggi BUMN, petinggi partai hingga petinggi perusahaan swasta ini bisa memberikan pemahaman serupa kepada para pengikut atau anak buah yang ada di bawahnya.

Baca juga : Temui Menteri PU, Khofifah Bahas Bantuan DAK Untuk Swasembada Pangan Di Jatim

"Mereka juga tentunya punya anak yang rata-rata generasi Z dan Alpha. Kita harapkan dengan kesadaraan ini mereka bisa menularkan apa yang mereka dapat ke anak-anak mereka untuk hidup di era yang cepat berubah. Kalau nggak berubah, akan jatuh miskin," kata dia, mengingatkan.

Tapi bila berubah atau adaptif mengikuti kemajuan teknologi kata Budiman maka akan menjadi sejahtera. Dan hal ini tegas dia, menjadi bagian dari upayanya dalam pengentasan kemiskinan.

Lebih lanjut Budiman bilang bahwa kemajuan teknologi dan kemajuan AI saat ini juga bisa digunakan di kawasan Timur Indonesia seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua yang saat ini relatif tertinggal dibanding Pulau Jawa.

Dia mengatakan, dengan orang NTT atau Papua memposting sesuatu kegiatan di media sosial (medsos) seperti Instagram atau Facebook maka orang se-Indonesia menjadi tahu atau menjadi lebih dekat.

Jadi yang penting saat ini, kata Budiman, adalah bukan masalah kemajuan AI-nya, tapi soal bagaimana membuat orang Indonesia mempunyai kemampuan untuk memproduksi alat seperti device dan algoritma dan bukan hanya sekedar konten belaka.

Baca juga : Ijtima Santri Pasundan Hasilkan 25 Aspirasi untuk Dedi Mulyadi

"Jadi masalah device dan algoritma bukan merupakan kemewahan yang hanya dimiliki negara -negara tentu, tapi kita juga bisa mempraktekkanya," kata dia.

Yang penting kata Budiman, mental blocking yang selama ini membelenggu bangsa Indonesia bahwa kecanggihan teknologi hanya bisa dikuasai negara maju harus dihilangkan.

"Ini yang mau saya sadarkan. Jadi tugas kita hanya mengubah diri dari konsumen menjadi negara produsen," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.