Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tingkatkan Partisipasi Kerja Perempuan
Menteri Wihaji Apresiasi KLH Terlibat Program Tamasya
Kamis, 10 Juli 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengapresiasi langkah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) yang ikut berpartisipasi dalam program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Dukungan ini memberikan dampak positif terhadap naiknya tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan Indonesia.
Apresiasi ini disampaikan Wihaji dalam acara penandatanganan dan penyerahan nota kesepahaman antara Kemendukbangga dan KLH terkait program Tamasya di Auditorium Kemendukbangga, Jakarta, Rabu (9/7/2025).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Menteri Lingkungan Hidup (atas keikutsertaan di program Tamasya). Harapannya, reproduksi jalan, pengendalian penduduk jalan, tetapi mereka juga bisa tetap bekerja. Terutama, mohon maaf Ibu-Ibu, perempuan-perempuan yang secara fakta Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK)-nya masih rendah,” katanya.
Baca juga : PPP Riau Dilanda Prahara
Mantan Bupati Batang, Jawa Tengah, itu mengatakan, keterlibatan KLH/BPLH dalam program Tamasya sangat strategis karena mampu memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, TPAK perempuan mencapai 56,42 persen, jauh di bawah TPAK laki-laki yang sebesar 84,66 persen.
“Fakta itu menunjukkan perempuan masih terbebani tanggung jawab utama dalam pengasuhan anak, yang berdampak pada rendahnya partisipasi mereka dalam dunia kerja,” ujar Wihaji.
Baca juga : Kejati Jakarta Pastikan Tak Pengaruhi Tuntutan
Melalui program Tamasya, lanjut dia, Pemerintah berupaya menghadirkan solusi konkret terhadap tantangan tersebut. Kehadiran tempat pengasuhan anak yang terjangkau dan berkualitas di lingkungan kerja diharapkan dapat membantu perempuan tetap produktif tanpa harus meninggalkan peran pengasuhan buah hatinya.
“Ini bukan soal bias gender, tetapi realita sosial yang perlu dicari jalan keluarnya,” kata Wihaji.
Wihaji juga memuji KLH/BPLH yang telah menjadikan program Tamasya sebagai salah satu indikator dalam penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya