Dark/Light Mode

Tinjau Pelabuhan, Menko AHY Dorong Penguatan Konektivitas & Ekonomi Sulteng

Kamis, 10 Juli 2025 14:33 WIB
Menko AHY meninjau Terminal Penumpang Pelabuhan Donggala sebagai bagian dari kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu (9/7/2025) .
Menko AHY meninjau Terminal Penumpang Pelabuhan Donggala sebagai bagian dari kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu (9/7/2025) .

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono  meninjau Terminal Penumpang Pelabuhan Donggala sebagai bagian dari kunjungan kerjanya di Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu (9/7/2025) .

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY menyoroti pentingnya pembangunan konektivitas melalui infrastruktur transportasi sebagai fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan kawasan.

“Saya melihat fasilitas di Pelabuhan Donggala sudah cukup megah, dan harapannya bisa terus berkembang, khususnya dalam mendukung transportasi laut, baik untuk penumpang maupun distribusi barang dan jasa. Ini akan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sulteng,” ujar AHY dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).

Menurutnya, penguatan sistem konektivitas di Sulteng,  sangat penting seiring dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki provinsi ini. Dengan konektivitas yang baik, proses hilirisasi bisa dilakukan secara optimal dan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional.

Baca juga : Wapres Dukung Penguatan Program PNM Mekaar Di Sleman

“Produksi harus ditingkatkan, distribusinya dipercepat dan diefisienkan. Sistem konektivitas yang solid akan memberikan dampak positif secara luas,” tegasnya.

Tak hanya sektor industri, Menko AHY juga menyoroti potensi sektor pariwisata Sulteng yang dinilai sangat menjanjikan apabila didukung dengan infrastruktur transportasi yang memadai. Akses yang baik ke destinasi wisata, menurutnya, akan menjadi faktor penentu pertumbuhan kunjungan wisatawan dan perkembangan ekonomi daerah.

“Sektor pariwisata juga akan semakin berkembang jika didukung dengan infrastruktur transportasi yang memadai. Wisatawan akan datang jika destinasi wisata memiliki akses yang baik dan infrastruktur pendukung yang cukup,” katanya.

Menko dari Partai Demokrat ini juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke Sulteng dalam rangka menghadiri Rapat Koordinasi yang akan digelar pada Rabu (10/7/2025). Rapat tersebut akan menghadirkan para gubernur dan pimpinan daerah, tidak hanya dari Sulawesi Tengah, tetapi juga dari seluruh kawasan Sulawesi dan Indonesia Timur.

Baca juga : ESG di Tambang Pulau Obi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Halmahera

“Rapat ini akan membahas arah pembangunan ke depan, berbasis pada rencana tata ruang wilayah yang telah kita susun dan persiapkan bersama. Tata ruang adalah fondasi pembangunan itu sendiri,” jelasnya.

Direktur eksekutif the yudhoyono institute ini  menekankan,  bahwa arah pembangunan ke depan harus mampu menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan, dan pelestarian lingkungan hidup.

“Ruang wilayah yang kita miliki harus diatur dan ditata sedemikian rupa agar ketiga aspek ini dapat berjalan beriringan,” pungkasnya.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional Ossy Dermawan, Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, dan Bupati Donggala Vera Elena Laruni.

Baca juga : MIND ID Perkuat Pembinaan UMKM untuk Dorong Penyerapan Tenaga Kerja di Sulawesi

Putra sulung dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono ini didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko Infra, Nazib Faizal dan Staf Khusus Menteri, Sigit Raditya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.