Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pasca Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya
Menteri Dudy: Pentingnya Modernisasi Transportasi
Jumat, 11 Juli 2025 07:30 WIB
Sebelumnya
Gubernur Bali I Wayan Koster meminta Kemenhub mengevaluasi pengelolaan dan operasional layanan penyeberangan antar-pelabuhan.
Dia berharap dengan adanya evaluasi, kejadian kapal tenggelam tidak terulang kembali.
“Saya sudah minta rakor Kemenhub yang melibatkan semua pihak terkait agar melakukan evaluasi terhadap layanan penyeberangan antar-pelabuhan. Terutama terhadap pemilik angkutan,” kata Koster.
Baca juga : 187.306 Anggota PSI Bakal Pilih Ketum Anyar
Koster menginginkan fasilitas angkutan seperti kapal layak untuk mengangkut penumpang. Dia mendesak Kemenhub tidak hanya mengevaluasi penyeberangan Jawa-Bali saja, tapi juga penyeberangan lainnya yang sering terdampak kecelakaan, seperti penyeberangan dari Sanur ke Pulau Nusa Penida. “Citranya (pariwisata Bali) nggak baik,” tegasnya.
Adapun, Tim SAR gabungan kembali menemukan 3 jenazah yang diduga korban tenggelamnya kapal motor penumpang atau KMP Tunu Pratama Jaya, Kamis (10/7/2025). Penemuan ini menambah jumlah korban tewas menjadi 15 orang sejak kapal itu tenggelam di perairan Selat Bali.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Ribut Eko Suyatno mengatakan, jenazah pertama yang merupakan korban ke-43 ditemukan pada Rabu pukul 16.23 WIB di sekitar perairan Pantai Perpat, Sembulungan, Banyuwangi.
Baca juga : Wamendagri Genjot Perajin Mikro Tembus Pasar Global
Proses evakuasi terkendala cuaca buruk dan gelombang tinggi hingga jenazah berhasil dibawa ke Pantai Satelit Muncar sekitar pukul 22.30 WIB.
“Cuaca sangat tidak bersahabat, tim menghadapi angin kencang dan gelombang tinggi,” kata Eko. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Jumat, 11 Juli 2025 dengan judul "Pasca Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya, Menteri Dudy: Pentingnya Modernisasi Transportasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya