Dark/Light Mode

Transformasi Kawasan Transmigrasi

RI-Singapura Jajaki Kerja Sama Pendidikan Dan Riset

Rabu, 16 Juli 2025 07:25 WIB
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam pertemuan virtual dengan Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing, Senin (14/7/2025). (Foto: Humas Kementrans)
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam pertemuan virtual dengan Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing, Senin (14/7/2025). (Foto: Humas Kementrans)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Transmigrasi menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Singapura di bidang pendidikan, riset dan pengembangan sumber daya manusia. Upaya ini bagian dari transformasi kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal itu disampaikan Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam pertemuan virtual dengan Menteri Pertahanan Singapura Chan Chun Sing, Senin (14/7/2025).

Iftitah menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. Khususnya dalam mendukung pengembangan kawasan transmigrasi yang tidak hanya fokus pada pemindahan penduduk, tetapi juga penguatan kapasitas manusia.

Baca juga : Kasus Pemerasan, KPK Telisik Keterlibatan Mantan Menaker

“Kawasan transmigrasi hari ini harus menjadi pusat pengembangan manusia. Kita ingin menciptakan wilayah yang tumbuh melalui ilmu, inovasi dan keadilan sosial,” ujar Iftitah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/7/2025).

Purnawirawan TNI AD asal Pandeglang, Banten, itu menegaskan, reformasi transmigrasi tak cukup diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur semata. Perlu ekosistem berbasis pengetahuan, budaya kerja baru dan kolaborasi lintas negara untuk mempercepat transformasi kawasan.

“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi dengan negara lain. Termasuk kehadiran langsung peneliti dari Singapura di lokasi transmigrasi. Ini bukan sekadar kerja sama teknis, tetapi investasi jangka panjang pengembangan kualitas manusia dan wilayah,” ucapnya.

Baca juga : Pasar Karbon RI Makin Kinclong

Kementerian Transmigrasi saat ini tengah menyiapkan peluncuran Program Transmigrasi Patriot yang akan mengirimkan sekitar 2 ribu sarjana ke 154 kawasan transmigrasi strategis pada Agustus 2025.

Pemberangkatan ini dilakukan setelah DPR menyetujui tambahan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun, sehingga total pagu APBN Kementerian Transmigrasi tahun 2025 menjadi Rp 1,89 triliun.

“Tim ekspedisi ini akan melakukan penelitian terhadap potensi wilayah transmigrasi. Hasilnya akan menjadi dasar dalam menarik investasi dan mendorong pembangunan kawasan,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.