Dark/Light Mode

Angka Kemiskinan Turun 210 Ribu Jiwa, Istana Tidak Berpuas Diri

Jumat, 25 Juli 2025 21:48 WIB
Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: Dok. Kemensesneg)
Mensesneg Prasetyo Hadi (Foto: Dok. Kemensesneg)

RM.id  Rakyat Merdeka - Istana menyambut positif penurunan angka kemiskinan nasional 210 ribu jiwa per Maret 2025, sebagaimana data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, penurunan ini hasil nyata dari kerja keras dan kolaborasi lintas lembaga. 

Prasetyo menegaskan, Pemerintah tidak berpuas diri dengan penurunan ini. Target penghapusan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, tetap menjadi prioritas utama.

“Supaya tidak ada lagi saudara kita berada di garis kemiskinan ekstrem,” kata Prasetyo, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Baca juga : Angka Kemiskinan Masih Terkonsentrasi Di Pulau Jawa, Terendah Di Kalimantan

Dia menambahkan, tantangan terbesar masih terdapat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di sana, tingkat kemiskinan ekstrem masih tinggi dan membutuhkan intervensi lebih lanjut.

“Ini kerja keras kita bersama, tidak hanya Pemerintah. Mengentaskan kemiskinan tidak bisa menjadi domain tunggal Pemerintah,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut politisi Partai Gerindra itu, telah menyiapkan berbagai strategi dan regulasi. Namun, keterlibatan aktif dunia usaha dan masyarakat sipil sangat penting untuk mempercepat proses penanggulangan kemiskinan secara menyeluruh.

Baca juga : Menko Imin Klaim Kemiskinan Turun, Janji Perkuat Pemberdayaan

“Dalam hal mengentaskan kemiskinan, pemerintah tidak bisa berdiri sendiri. Dunia usaha berperan penting, masyarakat juga sangat berperan,” imbuhnya.

Dalam jangka menengah, Pemerintah terus mendorong penciptaan lapangan kerja sebagai kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut Prasetyo, lapangan kerja adalah fondasi utama untuk memperbaiki taraf hidup dan keluar dari kemiskinan.

“Kita harus mendorong sebanyak-banyaknya warga negara untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Ini adalah pekerjaan rumah bersama yang tidak mudah, tetapi harus terus diupayakan,” ucapnya.

Baca juga : 30 Wamen Jadi Komisaris BUMN, Istana Pastikan Tidak Langgar Konstitusi

Sebelumnya, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2025 sebanyak 23,85 juta orang, atau setara 8,47 persen dari total populasi. Angka ini turun 210 ribu orang dibandingkan posisi September 2024 yang mencapai 24,06 juta jiwa setara 8,57 persen.

"Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2025 sebanyak 23,85 juta orang, atau turun 0,2 juta orang dibandingkan September 2024," kata Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (25/7/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.