Dark/Light Mode

Kejar Target, PKP Perbesar Kuota Rumah Subsidi Buruh Jadi 50 Ribu Unit

Jumat, 15 Agustus 2025 10:46 WIB
Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Menaker Yassierli dan Kementerian PKP  terkait Program Tiga Juta Rumah, di Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Menaker Yassierli dan Kementerian PKP terkait Program Tiga Juta Rumah, di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menambah alokasi rumah subsidi untuk buruh menjadi 50 ribu unit melalui kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan.

Menteri PKP, Maruarar Sirait mengatakan, keputusan ini diambil sebagai apresiasi atas capaian program rumah subsidi untuk buruh yang sudah melebihi target.

Baca juga : Target 1000 Unit Per Bulan, Injourney Gaspol Program Rumah Subsidi Prabowo

"Saya ucapkan terima kasih atas kerja keras Menteri Tenaga Kerja. Dari target alokasi 20 ribu unit, hingga Agustus 2025 sudah terealisasi 36.629 unit. Sebagai apresiasi, saya sepakat dengan Pak Menaker untuk menaikkan alokasinya menjadi 50 ribu unit,” kata Maruarar dalam Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Menaker Yassierli dan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Program Tiga Juta Rumah, di Jakarta, Kamis (14/8/2025).

Ara, sapaan Maruarar Sirait juga mengapresiasi peran asosiasi pengembang yang bersedia memberikan bantuan uang muka gratis bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengambil rumah subsidi.

Baca juga : Gaet PKP, Apersi Dorong Skema Sewa Beli Rumah Subsidi Untuk MBR

“Ini sejarah. Belum pernah ada pengembang memberikan uang muka gratis. Tanpa keterlibatan aktif pengembang, ekosistem ini tidak akan terbentuk,” ujarnya.

Menteri Ara pun mengucapkan terima kasih kepada Bank BTN sebagai penyalur subsidi perumahan terbesar.

Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Jumat 8 Agustus, Hadir Di 2 Lokasi

“Saya tidak ragu, program rumah subsidi adalah yang paling masif dengan efek berganda besar. Dengan kuota FLPP tahun ini sebanyak 350 ribu unit, rata-rata lima pekerja terserap untuk setiap unit. Artinya, sekitar 1,75 juta tenaga kerja mendapat pekerjaan. Apalagi jika tahun depan kuotanya naik menjadi 500 ribu unit,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.