Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dipastikan Menhub
22 Halte Rusak Akibat Demo Segera Diperbaiki
Senin, 1 September 2025 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan sejumlah halte TransJakarta dan fasilitas umum lain yang rusak akibat demonstrasi segera diperbaiki. Proses pemulihan infrastruktur itu dilakukan tanpa membebani anggaran negara.
“Saat ini perbaikan sedang dikerjakan,” ujar Menhub di Istana Negara, Jakarta, Minggu (31/8/2025).
Baca juga : TNI-Polri Patroli Besar-besaran, Kwitang-Senayan Normal Lagi
Eks Komisaris PLN itu menegaskan, biaya perbaikan tidak akan menggunakan anggaran negara, baik APBN maupun APBD. Pembiayaan ditanggung langsung oleh masing-masing instansi terkait, seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero) maupun MRT Jakarta. “Mereka yang akan melakukan perbaikan,” ujarnya.
Meski demikian, Menhub mengakui pihaknya belum bisa memastikan total kerugian yang harus ditanggung oleh instansi-instansi tersebut.
Baca juga : Aplikasi All Indonesia Wajib Bagi Penumpang Internasional
Adapun, TransJakarta mengungkapkan, total ada 22 halte yang rusak dampak dari demo. Sejumlah halte dilaporkan terbakar dan dijarah, antara lain Halte Bundaran Senayan, Halte Senayan Bank Jakarta, Halte Polda Metro Jaya, Halte Gerbang Pemuda, Halte Senen Sentral, serta Halte Senen Toyota Rangga.
Selain itu, banyak pula halte yang dirusak dan mengalami vandalisme. Beberapa di antaranya berada di kawasan Bendungan Hilir, Kwitang, Kampung Melayu, Kramat Sentiong, Bidara Cina, Cililitan, Semanggi, Petamburan, dan Widya Candra. Kerusakan juga menimpa Halte Jatinegara, Kejaksaan, Matraman Baru, Pemuda Pramuka, Masjid Agung, Gelora Bung Karno 1 (NBRT), hingga Halte Polda Metro Jaya 1 (NBRT).
Baca juga : Pasca Kebakaran DPRD Kota Makassar, Pemkot Instruksikan ASN WFA
TransJakarta mengaku belum ada hitungan pasti kerugian yang dialami. Namun, berkaca aksi demo menentang Omnibus Law pada 2020, sebanyak 25 halte juga dirusak dengan total kerugian sekitar Rp 65 miliar.
Sementara, Pelaksana tugas Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta Ahmad Pratomo mengatakan dari 13 stasiun MRT, hanya Stasiun Istora Mandiri yang rusak. “Untuk estimasi kerugian, kami masih dalam tahap evaluasi. Karena kami masih dalam tahap inventory share,” ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya