Dark/Light Mode

Menperin Hadiri Teknofest Turki, RI Siap Bangun Ekosistem Teknologi

Selasa, 23 September 2025 09:39 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri 12th Annual Teknofest Aerospace and Technology Festival yang berlangsung di Bandara Internasional Atatürk, Istanbul, Turki. (Foto: Kemenperin)
Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri 12th Annual Teknofest Aerospace and Technology Festival yang berlangsung di Bandara Internasional Atatürk, Istanbul, Turki. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, menghadiri 12th Annual Teknofest Aerospace and Technology Festival di Bandara Internasional Atatürk, Istanbul, Turki.

Festival teknologi berskala internasional ini tidak hanya menampilkan kemajuan teknologi Turki, tetapi juga menjadi ajang kompetisi sains dan teknologi bagi generasi muda, termasuk dari Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para delegasi Indonesia yang ikut serta dalam kompetisi sains dan teknologi di Teknofest ini. Ajang ini merupakan kesempatan emas untuk menambah wawasan, sekaligus motivasi bagi anak muda Indonesia agar semakin giat melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) di dalam negeri,” kata Menperin Agus dalam keterangan di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Menurut Agus, Teknofest 2025 menjadi ruang belajar yang sangat baik bagi peneliti muda Indonesia. Dengan menyaksikan langsung inovasi dan pencapaian teknologi, para peserta diharapkan terdorong melakukan riset serta melahirkan karya yang membanggakan bangsa.

Baca juga : IBK 1957 Gandeng Telkom Indonesia Perkuat Ekosistem Digital

Menperin menilai esensi utama Teknofest adalah menumbuhkan kebanggaan rakyat Turki terhadap capaian sains dan teknologi nasional mereka. Hal ini, katanya, juga perlu diwujudkan di Indonesia.

“Jika masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, bangga dengan karya sains dan produk teknologi bangsa sendiri, maka akan ada dorongan kuat untuk terus berinovasi. Inilah semangat yang saya lihat di Teknofest, dan yang ingin kita tanamkan di Indonesia,” ujarnya.

Agus menambahkan, festival di Turki tersebut tidak semata mengejar transaksi bisnis, melainkan memperkenalkan pencapaian teknologi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Dengan cara itu, anak-anak muda Turki semakin percaya diri dan bangga dengan karya bangsanya.

Lebih lanjut, Menperin menyoroti strategi pemerintah Turki yang membangun pusat-pusat sains dan teknologi di setiap provinsi. Pusat ini mendorong terciptanya kompetisi sehat antardaerah dalam menghasilkan teknologi terbaru.

Baca juga : Pemerintah Dukung Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau Pertamina

“Ini menjadi inspirasi bagi kita di Indonesia. Pemerintah Turki menyadari bahwa ekosistem sains, teknologi, dan industri harus dibangun merata. Dengan begitu, tercipta atmosfer persaingan positif untuk melahirkan inovasi. Model ini dapat kita adaptasi untuk memperkuat riset dan industri di tanah air,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Menperin juga mengunjungi stan Aspilsan, perusahaan teknologi energi dan baterai Turki yang mengembangkan solusi untuk kendaraan listrik. Langkah ini penting seiring upaya Indonesia membangun ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai.

Menurut Agus, Aspilsan yang dikenal sebagai produsen sel baterai lithium-ion dengan kapasitas produksi hingga 21,6 juta unit per tahun, membuka peluang kolaborasi strategis dengan Indonesia Battery Corporation (IBC).

“Indonesia siap mendukung kolaborasi dengan Turki dalam industri baterai, baik melalui riset bersama, investasi, maupun transfer teknologi, agar rantai pasok regional dapat lebih kuat dan berdaya saing,” ujarnya.

Baca juga : Berguinho Optimistis, Barba Siap Bawa Persib Berprestasi

Saat ini, populasi kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat, dari 116 ribu unit pada 2023 menjadi 207 ribu unit pada 2024. Kebutuhan material baterai pun melonjak signifikan, seiring megaproyek ekosistem baterai EV senilai USD5,9 miliar (sekitar Rp96 triliun) yang baru saja diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Sebagai catatan, Teknofest Aerospace and Technology Festival merupakan ajang tahunan yang digagas sejak 2018 oleh Turkish Technology Team Foundation (T3 Foundation) bersama Kementerian Industri dan Teknologi Turki. Festival ini bertujuan memacu minat generasi muda terhadap sains dan teknologi, sekaligus mempercepat ekosistem inovasi di Turki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.