Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Raksasa Solar PV Asal China
Bahlil Gaspol Bangun Ekosistem Energi Surya
Jumat, 15 Agustus 2025 07:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia makin gaspol mendorong energi bersih. Untuk itu, dia menggandeng raksasa solar Photo Voltaik (PV) asal China, Trina Solar, untuk membangun rantai pasok dan ekosistem energi surya di Tanah Air.
Dalam lawatannya ke China, Bahlil melakukan pertemuan bilateral dengan perusahaan produsen Solar Photo Voltaik (PV), Trina Solar.
Pertemuan pada Kamis (14/8/2025) itu menjadi langkah awal memperluas kerja sama dalam pengembangan rantai pasok dan ekosistem energi surya di Indonesia. Hal ini sejalan dengan program prioritas Pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
“Kita tahu potensi energi surya Indonesia mencapai ribuan gigawatt. Maka perlu dilakukan penjajakan kerja sama, agar potensi besar ini bisa dioptimalkan demi ketahanan dan swasembada energi,” ujar Bahlil.
Baca juga : Kinerja Keuangan GoTo Torehkan Sejarah Baru
Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi energi surya Indonesia mencapai 3.294 Gigawatt Peak (GWp). Namun, hingga Desember 2024, baru dimanfaatkan sekitar 912 Megawatt (MW). Dengan potensi tersebut, Indonesia berpeluang menjadi pemimpin transisi energi di tingkat regional dan global.
Salah satu pembahasan dalam pertemuan adalah penguatan kerja sama dengan PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), perusahaan patungan antara Trina Solar dan mitra lokal yang beroperasi di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal, Jawa Tengah.
Berdiri sejak 2023, TMAI merupakan pabrik terintegrasi tier-1 pertama di Indonesia untuk produksi sel dan modul surya, dengan kapasitas awal 1 GWp per tahun dan rencana ekspansi hingga 3 GW dalam 2–3 tahun ke depan.
Kehadiran TMAI diharapkan mengurangi ketergantungan pada impor komponen energi, mempercepat hilirisasi dan membangun rantai pasok energi surya dalam negeri. Baik secara horizontal melalui industri pendukung maupun vertikal melalui produksi wafer, ingot silikon, dan smelter polisilikon.
Baca juga : Faisol: Kita Nggak Mau Cuma Jadi Tukang Gali
Kerja sama ini juga mendukung target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW, termasuk inisiatif PLTS desa melalui skema koperasi.
Pemerintah menilai, investasi dan transfer teknologi dari produsen global seperti Trina Solar akan mempercepat pencapaian target tersebut.
Dari obrolan di meja perundingan itu, pintu peluang kerja sama makin terbuka lebar. Targetnya jelas, mempercepat pengembangan rantai pasok dan ekosistem energi surya dalam negeri.
Kapasitas produksi sel dan modul surya bareng TMAI pun siap digaspol, biar ekspansi jalan cepat, kebutuhan energi domestik aman, dan ketergantungan impor bisa ditekan.
Baca juga : Anker Tak Bisa Lompat Pagar Stasiun Cikini Lagi
Bukan cuma soal kuantitas, tapi juga kualitas. Kerja sama ini bisa melebar ke pemanfaatan teknologi terbaru yang lebih canggih. Mulai dari riset dan pengembangan, pabrikasi, proyek lapangan, sampai sistem pintar berbasis Internet of Things (IoT).
Plus ada penyimpanan energi mutakhir lewat Battery Energy Storage System (BESS). Pokoknya, dari hulu sampai hilir, Indonesia siap punya ekosistem surya yang komplet dan modern. [NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya