Dark/Light Mode

Lapas Garut Ekspor Produk ke Spanyol, Menteri UMKM Janji Buka Pasar

Jumat, 26 September 2025 19:35 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman bersama Kalapas Garut Rusdedy saat melepas ekspor produk coir shade karya warga binaan ke Spanyol, Jumat (26/9/2025). (Foto: Humas Kemenimipas)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman bersama Kalapas Garut Rusdedy saat melepas ekspor produk coir shade karya warga binaan ke Spanyol, Jumat (26/9/2025). (Foto: Humas Kemenimipas)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Usaha Mikro Kecil Menengan (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi kinerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut atas suksesi melepas ekspor produk coir shade ke Spanyol

Bagi Maman, Lapas Garut adalah lapas yang serius membina warga binaan melalui ekosistem UMKM. Atas prestasi itu, Sang Menteri berjanji, akan membuka akses pasar ekspor lebih luas bagi produk UMKM karya Warga Binaan. 

“Salut, Lapas Garut ini betul-betul pro UMKM. Saya akan sampaikan ke Pak Agus (Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan),” kata Menteri Maman, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Baca juga : Lestari Moerdijat Dorong Perlindungan Menyeluruh Dari Ancaman Tindak Kekerasan

Menteri UMKM menjelaskan, Pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas pasar produk UMKM Pemasyarakatan. Secara teknis, Menteri Maman akan membantu dalam dua hal. Pertama, akses pembiayaan melalui Bank BJB.

Kedua, akses pasar, karena marketnya ada di luar negeri, Kementerian UMKM akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Deputi Perluasan Akses Pasar agar produk ini bisa masuk ke lebih banyak negara.

Sang Menteri menyimpulkan, Lapas Garut adalah contoh nyata bagaimana pembinaan bisa selaras dengan penguatan UMKM dan ekspor. 

Baca juga : Tidak Hadiri Pelantikan Menteri, Gibran Blusukan Di Papua

“Ini bukan sekadar program, tapi ekosistem yang hidup. Warga binaan mendapat penghasilan, petani sekitar terserap hasil panennya, pengusaha ikut terlibat, dan negara mendapat manfaat dari ekspor. Ini harus ditiru,” pungkasnya.

Gayung bersambut, Kalapas Kelas IIA Garut, Rusdedy menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan Pemerintah. Dukungan ini, menjadi penyemangat baginya menjaga konsistensi mengembangkan UMKM Pemasyarakatan sebagai bagian dari kemandirian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

 “Sekaligus kontribusi nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional,” ujar Rusdedy.

Baca juga : Menteri PU Janji Bangun Ulang Pakai Dana APBN

Diketahui, Lapas Garut telah mengembangkan sejumlah unit usaha berbasis UMKM yang dikerjakan langsung oleh warga binaan. Pertama, sentra produksi coir shade. Yaitu produk utama berbahan sabut kelapa yang telah rutin diekspor ke Prancis, Korea, dan Spanyol.

Kedua, membatik. Unit usaha ini melakukan pelatihan dan produksi batik tulis maupun cap sebagai warisan budaya. Ketiga, konveksi. Yaitu pembuatan pakaian sederhana untuk pasar lokal. Keempat Kayana Coffe, sebuah brand kopi khas Garut hasil olahan WBP, dari sangrai hingga pengemasan.

Kelima, Bakery Roti. Yaitu unit usaha produksi roti dan kue kering untuk konsumsi internal dan pemasaran. Dengan ekosistem ini, WBP tidak hanya mendapatkan upah kerja dan keterampilan, tetapi juga remisi karena perilaku baik, sehingga pembinaan berjalan secara produktif dan manusiawi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.