Dark/Light Mode

Dukung Industri Strategis Nasional, LPDP Ubah Skema Beasiswa 2026

Jumat, 10 Oktober 2025 12:59 WIB
Dari kiri: Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Plt Direktur Utama LPDP Sudarto dan Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto, dalam Media Gathering APBN 2026, Kemenkeu, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025). (Foto Novalliandy/Rakyat Merdeka/RM.id)
Dari kiri: Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso, Plt Direktur Utama LPDP Sudarto dan Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto, dalam Media Gathering APBN 2026, Kemenkeu, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025). (Foto Novalliandy/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan transformasi kebijakan beasiswa tahun 2026 bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta Kementerian Agama (Kemenag). 

Perubahan ini ditujukan agar beasiswa LPDP lebih berdampak dalam mendukung program prioritas pembangunan nasional.

Pelaksana Tugas Direktur Utama LPDP Sudarto mengatakan, rancangan transformasi tersebut akan difinalisasi pada akhir Oktober 2025. 

“Sedang melihat kembali, mereview kembali skema beasiswa LPDP. Untuk apa? Untuk lebih pas lagi, lebih berdampak dalam mendukung program prioritas pembangunan,” ujarnya di acara Media Gathering APBN 2026, Kemenkeu, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/10/2025).

Baca juga : PGE Ulubelu Jadi Model Nasional Pengelolaan Panas Bumi Berbasis WEF Nexus

Dijelaskannya, tansformasi beasiswa LPDP mencakup tiga aspek utama. Yakni percepatan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan industri strategis masa depan, pendayagunaan sumber daya dalam negeri, serta optimalisasi kontribusi alumni. 

Fokus diarahkan pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) serta Non-STEM berorientasi STEM untuk mendukung delapan industri prioritas: pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju.

LPDP juga menyiapkan program Joint/Dual/Double Degree Prioritas (Co-Funding) di universitas kelas dunia dan menyesuaikan alokasi beasiswa sesuai kebutuhan industri nasional.

Selain itu, sinergi lulusan LPDP dalam dan luar negeri akan diperkuat melalui program pengembangan kepemimpinan dan peningkatan kontribusi alumni terhadap industri strategis.

Baca juga : Ini Langkah Strategis Askrindo Dukung UMKM Lokal Di Kalimantan Barat

“Kemudian sinergi pengelolaan beasiswa mulai dari sosialisasi, seleksi, pembekalan, pelayanan dan pengelolaan alumni. Memaksimalkan kontribusi alumni pada sektor industri strategis sehingga berkontribusi secara optimal pada peningkatan Produk Domestik Bruto,” kata Sudarto.

Dari sisi keuangan, terang Sudarto, LPDP mencatat defisit dalam dua tahun terakhir. 

Hingga 30 September 2025, pendapatan tercatat Rp 6,82 triliun dan belanja Rp 7,46 triliun. Pada 2024 pendapatan Rp 10,95 triliun dan belanja Rp 11,86 triliun, sementara 2023 masing-masing Rp 9,33 triliun dan Rp 9,85 triliun.

Meski demikian, saldo dana abadi LPDP masih kuat, mencapai Rp 154,11 triliun hingga September 2025. 

Baca juga : Dukung Industri Dalam Negeri, Panasonic Gobel Pamerkan Produk TKDN Di JITEX 2025

Dana tersebut terdiri atas Dana Abadi Pendidikan Rp 126,12 triliun, Dana Abadi Penelitian Rp 12,99 triliun, Dana Abadi Perguruan Tinggi Rp 10 triliun, dan Dana Abadi Kebudayaan Rp 5 triliun.

Sudarto menjelaskan defisit terjadi karena lonjakan jumlah penerima beasiswa pada 2023–2024 untuk memperluas akses pendidikan tinggi.

 Pada 2023 jumlah penerima mencapai 9.000 orang dan 2024 sebanyak 8.000 orang, sedangkan 2025 turun menjadi sekitar 4.000 penerima baru. 

Pemerintah menetapkan jumlah penerima LPDP untuk 2025 dan 2026 masing-masing 4.000 orang, lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya, dengan target stabil kembali pada 2027. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.