Dark/Light Mode

Perang Dagang Memanas Ekspor RI Tetap Kinclong

Jumat, 17 Oktober 2025 06:30 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: Dok. Kemendag)
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: Dok. Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. 

Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, ekspor nasional tetap tumbuh positif. Hal ini menandakan Indonesia belum terdampak langsung oleh konflik perdagangan dua raksasa ekonomi dunia itu. 

“Aktivitas perdagangan Indonesia dengan kedua negara itu masih menunjukkan tren positif. Kita lihat dari angka-angka, tidak ada masalah. Ekspor kita malah surplus tertinggi ke Amerika. Ekspor ke China juga naik,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (15/10/2025). 

Meski demikian, Pemerintah tetap mewaspadai potensi dampak perang dagang dengan memperkuat daya saing produk nasional. Salah satu langkah yang dilakukan dengan mendorong partisipasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam rantai ekspor global. 

Baca juga : Pemprov DKI Diingatkan Cegah Banjir Sejak Dini

“Prinsipnya, kami ingin ekspor produk apa pun. Program Desa Ekspor dan UMKM Bisa Ekspor, sedang kami dorong. Supaya produk dari daerah bisa distandarisasi dan tembus pasar luar negeri,” jelasnya. 

Dalam rangkaian TEI 2025, Budi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Otoritas Umum untuk Investasi dan Kawasan Bebas Republik Arab Mesir Hossam Heiba. 

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Indonesia mendorong pembentukan perjanjian dagang bilateral yang lebih komprehensif dengan Mesir untuk memperkuat hubungan perdagangan kedua negara. 

Usulan tersebut mencakup skema Economic Partnership Agreement (EPA) maupun Preferential Trade Agreement (PTA) sebagai payung kerja sama. Hal itu dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk Indonesia. 

Baca juga : Soroti Proyek Mangkrak, Pram Konsultasi Ke KPK

Pemerintah Indonesia, kata Budi, juga mengapresiasi langkah awal pembentukan Komite Perdagangan Bersama (Joint Trade Committee/JTC) yang telah digelar pada 2024. 

Dia menegaskan pentingnya mempercepat negosiasi perjanjian dagang, agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan kedua negara. 

Menurut Budi, Indonesia telah menyiapkan acuan pelaksanaan perundingan sebagai dasar negosiasi dengan Mesir. 

“Kami harap, pertemuan JTC selanjutnya yang rencananya diagendakan tahun ini, dapat membahas langkah konkret bagi kedua negara dalam upaya pembentukan perjanjian dagang,” harapnya. 

Baca juga : Para Meneer Dipecat PSSI, Kluivert Pergi Tanpa Maaf

Presiden Otoritas Umum untuk Investasi dan Kawasan Bebas Republik Arab Mesir Hossam Heiba menyambut baik rencana tersebut. 

“Mesir mendukung kedua negara segera membentuk perjanjian dagang bilateral dengan prinsip saling menguntungkan. Kami meyakini kerja sama ini akan memperkuat posisi kedua negara dalam rantai pasok global,” kata Hossam. 

Dia juga menyampaikan undangan kepada Busan untuk menghadiri D-8 Trade Ministerial Meeting yang akan digelar di Kairo, Mesir, awal Desember 2025. 

Forum tersebut akan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi perdagangan antarnegara anggota dan meluncurkan agenda konkret antara Mesir dan Indonesia. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.