Dark/Light Mode

Perkuat Kerja Sama Sektor Maritim & Energi

Menlu Belanda Sebut Indonesia Mitra Kunci

Jumat, 10 Oktober 2025 05:31 WIB
Menlu Belanda David van Weel (kiri) bersama Menlu RI Sugiono di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Foto Kemlu RI)
Menlu Belanda David van Weel (kiri) bersama Menlu RI Sugiono di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (9/10/2025). (Foto Kemlu RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menerima kunjungan Menlu Belanda David van Weel di Gedung Pancasila, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025). Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis di berbagai sektor. Mulai dari keamanan maritim, transisi energi hijau hingga isu perdamaian global.

Sugiono menyambut hangat Weel. Usai pertemuan tertutup, keduanya menggelar jumpa pers bersama.

Weel menekankan pen­tingnya kawasan Indo-Pasifik bagi stabilitas dan perdagangan global. Dia menyebut, Indonesia sebagai mitra kunci dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.

“Belanda dan Indonesia me­miliki kepentingan yang sama untuk memastikan Indo-Pasifik tetap stabil, terbuka dan sejah­tera,” ujar Weel dalam konfe­rens­i pers bersama.

Menurut Weel, Belanda siap mendukung penguatan kapasitas­ maritim Indonesia melalui pe­latihan, pertukaran informasi, hingga peningkatan teknologi patroli laut. Dia juga menyebut, kerja sama akan diperluas ke sektor ekonomi biru. Termasuk pengembangan pelabuhan hijau dan energi laut.

“Kerja sama maritim tidak ha­nya soal keamanan, tetapi juga­ bagaimana kita mengelola laut secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca juga : Pertamina Perkuat Strategi Menuju Indonesia Mandiri Energi

Menlu yang pernah menjadi Asisten Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk Inovasi, Hibrida dan Siber ini menyatakan, tran­sisi­ energi menjadi prioritas utama kerja sama kedua negara.

Belanda akan mendorong investasi dan pertukaran teknologi di sektor energi terbarukan, se­perti angin lepas pantai, hidro­gen­ hijau dan pengelolaan air berkelanjutan.

“Kami percaya, kemitraan ber­basis inovasi dan keberlanjutan akan menciptakan manfaat bersama,” imbuhya.

Dalam bidang adaptasi iklim, Belanda menawarkan kerja sama terkait tata kelola air, sistem perlindungan banjir, dan peningkatan ketahanan wilayah perkotaan (urban resilience).

Indonesia juga menyambut baik­ niat Belanda. Apalagi ren­cana­ penyelenggaraan Forum Ma­ritim Bilateral di Belanda ta­hun depan yang akan membahas­ keselamatan laut, logistik, eko­nomi biru, hingga penanggulang­an penangkapan ikan ilegal.

Dalam kesempatan tersebut, Su­giono juga menyampaikan apresiasi soal keinginan Negeri Kincir Angin itu mengembalikan fosil manusia Jawa dari koleksi Eugene Dubois ke Indonesia. 

Baca juga : Perkuat Sport Tourism, BRI Dukung Indonesia Mendunia Lewat MotoGP Mandalika 2025

Sugiono menilai, lang­kah­ ter­sebut bukan sekadar pe­mu­langan­ artefak sejarah, tetapi simbol dari rekonsiliasi dan h­u­bungan yang semakin erat antara kedua negara.

“Keputusan ini sebenarnya lebih dari sekadar pertukaran ekologi. Ini melambangkan sejarah bersama, rekonsiliasi, dan rasa saling percaya,” ujarnya.

Momentum ini menandai babak baru dalam hubungan Belanda-Indonesia. Selain repatriasi fosil manusia purba yang bersejarah, kedua menteri juga menandatangani dua dokumen pen­ting. Yakni Plan of Action (PoA) 2026–2029 serta Nota ­Kesepahaman (MoU) National Initiatives for Sustainable and Climate-Smart Oil Palm Smallholders (NISCOPS).

Dokumen ini menjadi acuan kerja sama jangka menengah di berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Hubungan bilateral Indonesia-Belanda saat ini tidak hanya berpijak pada sejarah, tetapi juga diarahkan pada kolaborasi masa depan,” kata Sugiono.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman NISCOPS, ke­dua negara berkomitmen me­mo­dernisasi sektor pertanian In­do­nesia, memperkuat sistem pangan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani kecil.

Baca juga : Perkuat Peran Perempuan, BPW Indonesia Teken MoU Dengan Kementerian HAM

“Keahlian Belanda di bidang pertanian dan pelatihan vokasi akan berperan penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan kita,” tambah Sugiono.

Selain itu, pertemuan keduanya juga membahas isu global seperti Ukraina hingga Palestina.

Indonesia dan Belanda, kata Sugiono, memiliki kesamaan pan­dangan dalam mendukung so­lusi dua negara bagi Palestina­ dan Is­rael.­ Serta pentingnya pe­nye­le­saian damai atas konflik global.

Weel juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif Indonesia dalam mendorong perdamaian di Timur Tengah, khususnya dalam konflik Israel-Palestina.

“Saya mengapresiasi peran konstruktif Indonesia dalam ren­cana perdamaian Gaza. Ini menunjukkan Indonesia sebagai pemain global penting,” pungkasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.