Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Setahun Prabowo–Gibran, Ekonomi Kreatif Tumbuh Signifikan
Senin, 20 Oktober 2025 18:56 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kementerian Ekraf) menunjukkan kinerja positif dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa hadirnya Kementerian Ekraf kini menjadi salah satu mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang tumbuh dari daerah serta berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), ekspor, investasi, dan penyerapan tenaga kerja.
Dalam refleksi kinerja setahun, Menteri Ekraf menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif mencatat kontribusi positif bagi ekonomi nasional. Pada tahun 2025, Kementerian Ekraf menargetkan nilai ekspor sebesar 26,44 miliar dolar AS, naik sekitar 1 miliar dolar dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga : Ketum HIPMI: Setahun Pimpin RI, Prabowo Bikin Ekonomi Makin Bergeliat
“Berdasarkan data BPS, sepanjang tahun 2024 nilai ekspor ekonomi kreatif menyumbang lebih dari 9 persen terhadap total ekspor nasional. Pada pertengahan tahun 2025, nilainya mencapai 13 miliar dolar AS atau sekitar Rp 215 triliun, setara 50 persen dari target tahun ini. Angka ini mencerminkan kekuatan ekonomi berbasis kreativitas dan inovasi yang tumbuh di berbagai subsektor,” ujar Teuku Riefky.
Selain ekspor, investasi di sektor ekonomi kreatif juga mengalami lonjakan signifikan. Hingga pertengahan 2025, total investasi tercatat sebesar Rp 90,12 triliun atau 66 persen dari target nasional, dengan kontribusi mencapai 9 persen terhadap total realisasi investasi nasional.
“Angka ini menggambarkan kepercayaan investor terhadap potensi industri kreatif Indonesia,” tambahnya.
Baca juga : Misbakhun: Fondasi Ekonomi Menguat, Yakin Pertumbuhan Naik
Subsektor dengan kontribusi terbesar berasal dari aplikasi, fesyen, kuliner, dan kriya, diikuti subsektor gim, musik, serta film—termasuk film animasi—yang terus berkembang pesat. Pertumbuhan tersebut dinilai berdampak langsung pada peningkatan kapasitas ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan pembukaan pasar baru bagi pelaku ekonomi kreatif di tingkat global.
Sepanjang 2024, sektor ekonomi kreatif mencatat pertumbuhan PDB positif sebesar 5,69 persen dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 26,47 juta orang. Mayoritas pekerja berasal dari kalangan muda dan perempuan. Capaian ini melampaui target 2025 yang ditetapkan sebesar 25,55 juta tenaga kerja, menunjukkan peran sektor ekonomi kreatif sebagai sektor inklusif dalam penciptaan lapangan kerja. Adapun data PDB nasional 2025 akan diumumkan pada awal 2026.
Berdasarkan data Ekrafhub per 20 Oktober 2025, sebaran pelaku ekonomi kreatif di Indonesia didominasi oleh wilayah prioritas pengembangan ekonomi kreatif. Jawa Barat mencatat porsi tertinggi sebesar 24,29 persen, disusul DKI Jakarta 16,08 persen, Daerah Istimewa Yogyakarta 9,87 persen, Jawa Tengah 8,90 persen, dan Jawa Timur 6,76 persen.
Baca juga : Setahun Prabowo-Gibran, Politik Stabil, Perut Rakyat Aman
“Kami percaya keberhasilan ekonomi kreatif tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, media, komunitas, dan asosiasi kreatif. Kolaborasi ini menjadi kunci agar produk Indonesia mampu bersaing di kancah global,” tegas Teuku Riefky.
Kinerja ini menjadi bukti bahwa selama satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran, sektor ekonomi kreatif tumbuh menjadi pilar strategis pembangunan nasional. Delapan klaster program Kementerian Ekraf atau Asta Ekraf terus menjadi acuan dalam memperkuat inovasi, memperluas jejaring global, serta memastikan ekonomi kreatif Indonesia menjadi the new engine of growth—mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya