Dark/Light Mode

Diputuskan Presiden, Bahasa Portugis Masuk Pelajaran Sekolah

Jumat, 24 Oktober 2025 08:16 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menyambut Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Negara, Kamis (23/10/2025). (Foto: Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat menyambut Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Negara, Kamis (23/10/2025). (Foto: Tim Media Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto memutuskan memasukkan bahasa Portugis ke kurikulum pendidikan nasional. Diharapkan, hubungan Indonesia dan Brazil bisa semakin erat.

Gagasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menerima kunjungan resmi Presiden Brazil, Luiz Inacio Lula da Silva, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Prabowo menjelaskan, keputusan itu berangkat dari pandangannya bahwa Brazil merupakan mitra strategis penting bagi Indonesia.

“Sebagai bukti bahwa kami memandang Brazil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas dalam disiplin pendidikan di Indonesia,” ujar Prabowo.

Baca juga : Setahun, Rapor Pemerintahan Banyak Birunya

Prabowo menegaskan, akan segera menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi dan Sains-Teknologi, Brian Yuliarto, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, untuk merancang pembelajaran bahasa Portugis di sekolah-sekolah.

“Ini menjadi bukti bahwa kami menaruh perhatian besar terhadap hubungan Indonesia dan Brazil,” tambah mantan Danjen Kopassus itu.

Lebih jauh, Prabowo berharap kerja sama antara kedua negara dapat memberikan manfaat nyata, terutama di sektor ekonomi, sains, dan sosial bagi rakyat Indonesia dan rakyat Brazil.

Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menyambut positif gagasan Prabowo tersebut. Ia menilai, langkah memperkaya kompetensi bahasa asing bagi pelajar merupakan upaya penting dalam menghadapi tantangan global.

Baca juga : Disampaikan Presiden Afsel ke Prabowo: RI Berperan Penting di G20 dan BRICS

“kebijakan ini harus disiapkan dengan perencanaan matang dan tetap menjaga prioritas bahasa Indonesia serta bahasa daerah sebagai identitas bangsa,” ujar Hetifah.

Politisi Partai Golkar ini juga meminta adanya kajian terhadap dampak implementasi kebijakan ini terhadap kurikulum yang sudah ada. “Prinsipnya, kami mendukung kebijakan pendidikan yang memperkuat daya saing global pelajar Indonesia,” tegas Hetifah.

Dukungan juga datang dari Pengamat Pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jejen Musfah. Ia menilai, kemampuan berbahasa asing merupakan modal penting untuk bersaing di tingkat global.

“Saya mendukung gagasan ini karena kemampuan berbahasa asing bukan sekadar keterampilan, melainkan kekuatan luar biasa. Siapa pun yang menguasainya akan memiliki peluang besar untuk mendunia,” ujar Jejen.

Baca juga : Soal Dana Pemda Ngendap di Bank: Pramono Membenarkan, KDM Cek ke BI-Kemendagri

Menurutnya, salah satu indikator kemajuan suatu bangsa adalah sejauh mana warganya menguasai bahasa asing. “Meski terkesan tidak umum, bahasa Portugis tetap penting dikuasai anak-anak Indonesia sebagai bekal menghadapi masa depan,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.