Dark/Light Mode

Kementerian ESDM Roadshow Ke 28 Kampus, Ajak Mahasiswa Bangun Ketahanan Energi

Rabu, 29 Oktober 2025 19:31 WIB
Tenaga Ahli Kementerian ESDM Muhammad Iksan Kiat berfoto bersama mahasiswa Universitas Mataram, Rabu (22/10/2025). (Foto: Dok. ESDM)
Tenaga Ahli Kementerian ESDM Muhammad Iksan Kiat berfoto bersama mahasiswa Universitas Mataram, Rabu (22/10/2025). (Foto: Dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui Tenaga Ahli Bidang Pengelola Manajemen Risiko Industri Minyak dan Gas Bumi, Muhammad Iksan Kiat, kementerian ini menggelar roadshow ke 28 kampus di 20 provinsi di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi wadah berbagi pengetahuan soal manajemen risiko industri migas, peningkatan lifting, dan peluang investasi energi. Kunjungan ke-28 dilaksanakan di Politeknik Negeri Lampung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda (28 Oktober 2025), sekaligus menutup fase pertama dialog lintas daerah tersebut.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menegaskan pentingnya peran sumber daya manusia muda dalam mewujudkan kemandirian energi nasional. Pemerintah, katanya, akan terus hadir menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan energi masa depan. Dalam setiap kunjungan, Iksan menyampaikan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di sektor energi, khususnya soal penguatan ketahanan energi dan hilirisasi yang kini dijalankan Kementerian ESDM di bawah kepemimpinan Bahlil. Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjadi jembatan antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat kolaborasi dengan pelajar, pengusaha muda, dan pejuang energi di berbagai wilayah.

“Kaum muda tidak hanya siap kerja tetapi juga siap berkontribusi. Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai tanpa energi muda yang kreatif, kompeten, dan berdaya saing global,” ungkap Iksan.

Baca juga : HUT Ke-80 ESDM, Pertamina Siap Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Energi Nasional

Roadshow tersebut menyasar sejumlah kampus besar, antara lain Universitas Cenderawasih (Jayapura), Universitas Islam Riau (Pekanbaru), Universitas Sam Ratulangi (Manado), Universitas Hasanuddin (Makassar), dan Universitas Mataram (Lombok). Melalui diskusi dengan mahasiswa, Iksan menggali aspirasi, tantangan, dan gagasan solutif dari kalangan muda mengenai masa depan energi nasional.

Herry Putranto, Ketua Komunitas Migas dan Energi Indonesia, Organisasi yang turut membantu perjalanan roadshow ini menambahkan bahwa, “Apa yang dilakukan Iksan dan tim bukan sekadar roadshow, tetapi investasi sosial jangka panjang. Konsistensi dalam membina jaringan muda energi akan menentukan kualitas SDM yang mengisi sektor strategis ESDM di masa depan,” ujar Herry.

Selain menyerap aspirasi, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk meluruskan misinformasi publik dan mensosialisasikan kebijakan strategis ESDM, seperti transformasi energi terbarukan, peningkatan lifting migas nasional, pengembangan manajemen risiko industri, serta langkah-langkah peningkatan investasi energi. Dari berbagai diskusi, muncul sejumlah usulan utama mahasiswa, antara lain pentingnya peningkatan keterampilan SDM melalui kerja sama antara kampus dan lembaga pelatihan seperti BPSDM ESDM, BPSDM daerah, Dinas Ketenagakerjaan, dan Dinas ESDM daerah.

Baca juga : Saksi Klaim Terminal OTM Jaga Ketahanan Energi Nasional

Mahasiswa juga mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam riset terapan dan joint study berbasis potensi lokal guna membangun pusat inovasi energi dan mineral di daerah. Langkah ini diyakini bisa memperkuat pengembangan energi berkelanjutan serta hilirisasi mineral, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal. Selain itu, penguatan peran pengusaha muda dan pelaku UMKM energi juga jadi sorotan. Dukungan pelatihan, akses permodalan, dan integrasi ke rantai pasok energi nasional diyakini mampu memperkuat kemandirian energi daerah dan membuka peluang investasi baru.

Semua aspirasi itu akan dikompilasi menjadi rekomendasi kebijakan nasional agar tata kelola dan ekosistem pembangunan energi semakin terintegrasi dan berkelanjutan.

Benny Batubara, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang SDM dan Kewirausahaan, mengapresiasi upaya Iksan untuk memastikan bahwa kebijakan energi nasional berakar pada realitas dan potensi daerah. Menurut Benny, “Pembangunan energi yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika didukung oleh SDM yang unggul, inovatif, dan berjiwa wirausaha.”

Baca juga : 3 Dekade SKK Migas-Medco Topang Ketahanan Energi Nasional

Lebih lanjut, Benny menambahkan bahwa “Hasil dan aspirasi yang diperoleh dari 28 kampus sebaiknya dikompilasi dan diintegrasikan ke dalam policy brief untuk menjadi masukan konkret bagi BPSDM ESDM serta unit teknis lainnya. Selain itu, dibutuhkan pilot project kolaboratif, misalnya Joint Study berbasis potensi energi daerah atau inkubasi kewirausahaan energi di kampus.” “Anak muda adalah energi bangsa. Mereka bukan hanya penerus, tapi penggerak perubahan. Ketika mereka memahami peran strategisnya dalam ekosistem energi nasional, cita-cita Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi tapi keniscayaan,” tutup Iksan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.