Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
PERDOKJASI Luncurkan Dewan Penasihat Medis, Tonggak Baru Kedokteran Asuransi
Minggu, 2 November 2025 18:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam momentum ulang tahun pertamanya, Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) meluncurkan Dewan Penasihat Medis (DPM) sebagai lembaga etik dan ilmiah yang akan menjadi penuntun arah sistem pembiayaan kesehatan nasional.
Peluncuran ini berlangsung dalam forum FORESIGHT PERDOKJASI 2025 bertema “Kedokteran Asuransi sebagai Pilar Sistem Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia”, yang digelar di Kantor Pusat PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), Jakarta. Acara ini merupakan kolaborasi antara PERDOKJASI dan AXA Mandiri dalam membangun sistem jaringan kesehatan nasional yang sehat dan berkelanjutan.
Forum ini menghadirkan Wakil Menteri Kesehatan RI Dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK.
Dalam pidatonya secara virtual, Wamenkes Benjamin menegaskan bahwa transformasi pembiayaan kesehatan tidak hanya soal efisiensi anggaran, tetapi juga tentang bagaimana kebijakan dan praktik medis dapat berjalan seiring dalam satu ekosistem yang berorientasi pada nilai.
"Kementerian Kesehatan sedang mengakselerasi transformasi sistem pembiayaan kesehatan nasional. Setiap rupiah yang dibelanjakan untuk kesehatan harus memberi manfaat nyata bagi rakyat. Upaya ini hanya akan berhasil jika kebijakan dan profesi bekerja dalam satu sistem nilai yang sama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran DPM PERDOKJASI merupakan terobosan penting untuk memastikan keputusan medis tetap independen dan profesional di tengah dinamika pembiayaan dan klaim kesehatan.
Baca juga : HUT ke-66 PP, Bamsoet Ajak Teguhkan Semangat Pancasila di Tengah Arus Globalisasi
“Dewan Penasihat Medis akan menjadi rujukan etik dan klinis dalam isu-isu penting seperti evaluasi klaim, telaah fraud, dan sengketa medik-asuransi. Dengan begitu, kita tidak hanya melindungi sistem, tetapi juga menjaga martabat profesi dokter,” kata Wamenkes.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. Ghufron Mukti menilai langkah PERDOKJASI sejalan dengan arah reformasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Ia menyebut Kedokteran Asuransi sebagai disiplin strategis yang menghubungkan ilmu kedokteran, aktuaria, dan kebijakan publik.
“Kedokteran Asuransi menjadi jembatan penting antara aspek medis dan tata kelola pembiayaan. Di sinilah peran DPM menjadi strategis, mengawal kendali mutu, kendali biaya, dan akuntabilitas klinis,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan JKN tidak hanya bergantung pada efisiensi manajemen, tetapi juga pada kapasitas dokter memahami risiko dan nilai dalam sistem asuransi sosial.
“Kita tidak sekadar bicara tentang biaya, tapi tentang keberlanjutan sistem. Dokter harus menjadi bagian dari solusi strategis dalam kebijakan pembiayaan berbasis bukti,” tegasnya.
Ketua Umum PERDOKJASI Marsma TNI (Purn) Dr. Dr. Wawan Mulyawan, Sp.BS., Subsp.N-TB., Sp.KP., AAK, dalam pidato inaugurasi menandai babak baru peran dokter Indonesia dalam sistem jaminan sosial dan perasuransian.
Baca juga : Gubernur Suhardi Ingatkan Guru Wujudkan Pendidikan Tanpa Kekerasan
Ia menegaskan, Kedokteran Asuransi bukan sekadar ilmu tambahan, tetapi gerakan moral profesi untuk menyeimbangkan aspek klinis, ekonomi, dan etik.
“Di balik setiap klaim ada cerita manusia, di balik setiap premi ada kepercayaan masyarakat, dan di balik setiap kebijakan biaya ada tanggung jawab etik profesi,” ujarnya.
Wawan menjelaskan, DPM PERDOKJASI akan berfungsi menjaga integritas profesi dokter dalam setiap proses pembiayaan dan klaim kesehatan, memberikan nasihat etik dan ilmiah kepada regulator maupun industri, serta menjadi jembatan penyelesaian yang adil dan profesional antara dokter, pasien, rumah sakit, dan penyelenggara asuransi.
“DPM akan menjadi kompas etik dan ilmiah dari gerakan Kedokteran Asuransi, memastikan sistem perasuransian berjalan manusiawi, transparan, dan berkeadilan,” katanya.
Selain dua tokoh utama dari pemerintah dan BPJS, forum ini juga menghadirkan deretan narasumber lintas disiplin yang berperan penting dalam pengembangan Kedokteran Asuransi di Indonesia.
Hadir di antaranya Prof. Dr. Muchtaruddin Mansyur, pakar kedokteran okupasi; Prof. Dr. dr. Rianto Setiabudy, pakar farmakologi klinik; Prof. Dr. Dr. Herkutanto, pakar kedokteran forensik dan medikolegal; dr. Hasbullah Thabrany, ekonom kesehatan dan arsitek JKN; Dr. Dr. Andi Afdal Abdullah, Ketua Umum PAMJAKI; serta dr. Dessy Kusumayati, Ketua Umum PERUJI. Kehadiran mereka memperkaya dialog strategis antara profesi, industri, dan akademisi.
Baca juga : WINGS Care Luncurkan Inovasi Baru Produk Detergen Berteknologi Detoksifikasi
Direktur AXA Mandiri Uke Giri Utama turut memberikan apresiasi atas inisiatif PERDOKJASI.
“AXA Mandiri menyambut positif forum FORESIGHT PERDOKJASI 2025 dan mengapresiasi inisiatif PERDOKJASI dalam memperkuat kolaborasi lintas disiplin untuk membangun sistem jaringan kesehatan nasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujarnya.
Peluncuran DPM ini menandai langkah konkret PERDOKJASI dalam memperkuat posisi dokter sebagai garda depan tata kelola sistem kesehatan nasional.
Selama setahun berdiri, PERDOKJASI konsisten mengusung visi “Bridging Medicine with Finance”, menjembatani dunia kedokteran dengan sistem pembiayaan jaminan sosial dan asuransi.
Melalui forum FORESIGHT, PERDOKJASI menegaskan peran strategis profesi dokter tidak hanya di ruang praktik, tetapi juga di ruang kebijakan dan tata kelola sistem kesehatan.
“Kedokteran Asuransi adalah arah, dan Dewan Penasihat Medis adalah kompasnya. Dari sini, kita mulai melahirkan generasi dokter yang bukan hanya menyembuhkan penyakit, tapi juga menyembuhkan sistem,” pungkas Wawan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya