Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IPM Naik Jadi 75,90, Pratikno: Hasil Gotong Royong Bangun Manusia
Kamis, 6 November 2025 20:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia terus menanjak. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, IPM tahun 2025 mencapai 75,90, naik dari 75,02 pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini menjadi bukti nyata kemajuan pembangunan manusia Indonesia di bawah arahan Presiden, yang terus menempatkan peningkatan kualitas hidup rakyat sebagai prioritas utama.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyambut baik capaian tersebut.
“Di balik angka ini, ada kerja keras jutaan orang: guru yang membimbing dengan sabar, tenaga kesehatan yang menjaga tanpa lelah, dan keluarga yang berjuang untuk masa depan anak-anaknya. Kenaikan IPM ini adalah hasil gotong royong kita semua,” ujar Pratikno di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Menurutnya, peningkatan di seluruh komponen IPM — mulai dari harapan hidup, harapan lama sekolah, hingga pengeluaran riil per kapita — menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan manusia dijalankan secara terarah dan berkelanjutan.
Baca juga : IPM Naik Jadi 75,90, Kualitas Hidup Rakyat Indonesia Meningkat
“Ketika kebijakan antar-sektor saling terhubung dan memperkuat, hasilnya tidak hanya tercermin pada angka, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat yang kian membaik. Di situlah makna sebenarnya dari koordinasi pembangunan manusia,” katanya.
Didorong Program Hasil Terbaik Cepat
Kenaikan IPM ini sejalan dengan hasil nyata Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Di sektor pendidikan, revitalisasi 16.698 sekolah dan madrasah serta digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 124.253 unit Interactive Flat Panel (IFP) memperluas akses dan mutu pendidikan.
Sementara di bidang kesehatan, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau 45,5 juta warga serta skrining massal tuberkulosis (TBC) memperkuat upaya pencegahan dan deteksi dini.
Fokus pada Pemerataan
Baca juga : Tangani Banjir Jati Padang, Pramono Bakal Bangun Danau Buatan Seluas 7 Hektare
Meski capaian nasional menggembirakan, Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tetap memberi perhatian penuh pada tantangan pemerataan pembangunan manusia.
Kemenko PMK, katanya, terus mengarahkan koordinasi lintas sektor untuk memperkuat daerah-daerah dengan IPM yang masih tertinggal.
“Masih ada wilayah yang perlu kita dorong bersama. Namun arah kita sudah jelas: menuju Indonesia yang makin setara, sehat, dan cerdas. Pemerintah hadir untuk semua, dan akan terus bekerja agar manfaat pembangunan dirasakan lebih merata,” tegas Pratikno.
Data BPS menunjukkan kesenjangan masih terlihat di beberapa wilayah, terutama di lima provinsi dengan IPM terendah: Papua Pegunungan (54,91), Papua Tengah (60,64), Papua Barat (68,48), Papua Selatan (69,54), dan Nusa Tenggara Timur (69,89).
Baca juga : Gelar Rakernas Di Ancol, Partai Perindo Usung Energi Baru Indonesia
Menyikapi hal itu, Pratikno memastikan Kemenko PMK akan memperkuat peran koordinatifnya agar program prioritas pemerintah lebih efektif menjangkau masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.
Langkah ke Depan
Ke depan, Kemenko PMK akan terus mendorong pembangunan manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Capaian ini menjadi pijakan penting untuk berlari lebih kencang. Sesuai arahan Presiden, pembangunan harus berpusat pada manusia. Tugas kami adalah memastikan setiap kebijakan benar-benar menghadirkan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” tutup Pratikno.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya