Dark/Light Mode

Usai Badai Cesium-137

Udang RI Siap Bangkit Lagi

Minggu, 9 November 2025 07:00 WIB
Rekan-rekan Abu Hashina sedang menebar benih di lahan tambak Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (8/11/2025). Setelah badai isu Cesium-137, para petambak kembali optimistis menatap musim panen. (Foto: Dok. Pribadi Abu Hashina).
Rekan-rekan Abu Hashina sedang menebar benih di lahan tambak Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (8/11/2025). Setelah badai isu Cesium-137, para petambak kembali optimistis menatap musim panen. (Foto: Dok. Pribadi Abu Hashina).

 Sebelumnya 
Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah membuahkan hasil menggembirakan. Setelah sempat tertahan dua bulan, Indonesia akhirnya bisa kembali mengekspor udang ke AS. Ekspor perdana dilakukan pada 31 Oktober 2025.

Kepala Badan Mutu KKP Ishartini mengatakan, pengiriman bisa dilakukan setelah seluruh kontainer udang menjalani scanning dan memperoleh sertifikat bebas Cs-137. “Sejak 31 Oktober, ekspor udang Indonesia kembali masuk ke pasar Amerika Serikat,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian KKP, Kamis (6/11/2025).

Baca juga : Kemen PPPA Gercep Pulihkan Korban Ledakan SMA 72

Sebanyak tujuh kontainer udang dengan total volume 106 ton atau senilai Rp 20,14 miliar dikirim ke empat pelabuhan utama di AS yaitu New York, Los Angeles, Miami, dan Jacksonville. Pengiriman dilakukan bertahap. Dua kontainer berangkat pada 31 Oktober, dua kontainer pada 1 November, dua kontainer pada 3 November, dan satu kontainer terakhir pada 4 November 2025.

Kabar pulihnya ekspor udang Indonesia ke AS membawa angin segar bagi para petambak di Tanah Air. Abu Hashina, petambak asal Situbondo, mengaku semangat mereka mulai tumbuh lagi. “Saya lihat di grup-grup WhatsApp, para teknisi tambak sudah mulai optimistis,” ujar Abu saat dihubungi Rakyat Merdeka, Sabtu (8/11/2025).

Baca juga : Jadi Percontohan DPW Lain, PAN Jambi Ingatkan Kader Jaga Amanah

Menurut dia, kabar ini membuat harga udang juga mulai bergerak naik, meski belum sepenuhnya pulih. “Masih butuh waktu. Karena stok di cold storage masih cukup banyak,” katanya.

Abu menceritakan, sejak isu Cs-137 merebak Agustus lalu, harga udang sempat anjlok. Biasanya, pengepul datang langsung ke tambak untuk membeli hasil panen. Namun, setelah isu itu mencuat, pembeli enggan datang. Permintaan turun drastis, harga pun terjun bebas hingga 30–40 persen.

Baca juga : Tidar Warning Budi Arie, Gerindra Bukan Tempat Persinggahan Politik

Abu menilai, persoalan cesium bukan semata soal radioaktif, tapi juga soal arus informasi yang simpang siur. “Kadang yang bikin susah pulih justru kabar yang nggak jelas,” katanya.

Dia mencontohkan, saat Badan Mutu KKP mengumumkan AS kembali membuka impor udang pada 10 Oktober 2025, harga udang sempat membaik. Namun sehari kemudian, muncul berita soal penarikan produk udang di sejumlah supermarket AS. “Kabar itu langsung bikin harga jatuh lagi,” ucapnya. Padahal, kata dia, penarikan tersebut hanyalah langkah kehati-hatian, bukan karena udang Indonesia benar-benar terpapar radioaktif.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.