Dark/Light Mode

Produksi Melimpah, Kementan Pastikan Stok Cabe Aman Dan Harga Terkendali

Sabtu, 15 November 2025 07:52 WIB
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Agung Sanusi (jaket merah) bersama Kepala OJK Yogyakarta Eko Yunianto (dua kanan) bersama Unsur Forkopimda Yogyakarta saat panen raya cabe pesisir, di Kulon Progo, Kamis (13/11/2025). Foto: Kementan
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementan Agung Sanusi (jaket merah) bersama Kepala OJK Yogyakarta Eko Yunianto (dua kanan) bersama Unsur Forkopimda Yogyakarta saat panen raya cabe pesisir, di Kulon Progo, Kamis (13/11/2025). Foto: Kementan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan stok cabe nasional hingga natal dan tahun baru aman. Hal ini menyusul panen raya di sejumlah sentra cabe.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Sunusi pastikan stok cabe nasional untuk kebutuhan natal dan tahun baru dipastikan aman.

Hal ini menyusul panen raya di sejumlah sentra cabe nasional seperti Kabupaten Kulon Progo, Sleman, Banjarnegara dan sentra cabe lainnya.

"Ini panen raya cabe merah, cabe keriting, kurang lebih 350 hektare. Bisa kita bayangkan, dengan posisi Kulon Progo melakukan panen raya, artinya ketersediaan kita aman sekali. Terutama untuk menyambut Natal dan Tahun Baru," tegas Agung Sunusi saat menghadiri Panen Raya Cabe Pesisir di Trisik Banaran Galur Kulonprogo, Kamis (13/11/2025).

Karena itu, dia meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan ketersediaan cabe. Sebab dapat dipastikan stok cabe saat ini surplus, harga juga stabil terkendali. Dia menjelaskan, Kulon Progo saja saat ini, baru memasuki lima kali pemanenan.

Baca juga : Spora Comm Berhasil Antarkan Kementan Raih Dua Penghargaan Bergengsi AMH 2025

Sementara biasanya, untuk satu periode penanaman, maksimal panen bisa 20 kali. Dengan demikian, petani cabe di Kulon progo masih ada proses ada 15 kali panen sehingga bisa dipastikan produksi cabe dari Kulon Progo surplus dan bisa menjadi penyangga untuk menjaga ketersediaan cabe di daerah yang mengalami defisit utamanya Jakarta dan sekitarnya.

"Dan bahkan sekarang wilayah Semarang, kemudian Banjar Negara juga akan panen raya. Banjarnegara saja saat ini akan ada panen kurang lebih 200 hektare, ya. Dan tentunya ini kalau kita kumpulkan, artinya wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah betul-betul menjadi penyangga cabe nasional," sambungnya.

Karena itu, dia optimis ketersediaan cabe tidak akan berpengaruh pada inflasi hingga akhir tahun ini. Selain itu, harus dipahami, sambungnya, sejatinya cabe ini tidak hanya ada saat panen raya saja, tapi bisa dipastikan setiap hari ada panen.

Sebab hasil pantauannya di Pasar Lelang Cabe di Sleman, terjadi transaksi cabe setiap malamnya dengan minimal transaksi 8 ton. Adapun harga cabe terpantau dalam pasar lelang cabai tersebut sebesar Rp 27 ribu per kilogram untu cabe keriting dan cabe rawit Rp 30 ribu - 35 ribu per kilogram.

"Artinya apa? Setiap malam ada perputaran-perputaran dan Insyaallah akan menjaga apa? Bukan hanya untuk pemenuhan Jabodetabek, tapi juga untuk menyanggah ketersediaan di wilayah Sumatera bahkan sampai Kalimantan," tambahnya.

Baca juga : Polemik Gelar Pahlawan Soeharto, Citra Institute: Jangan Terjebak Politik Dendam

Hal senada dilontarkan Wali Kota Kulon Progo Rade Agung Setyawan. Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pembangunan Daerah Kabupaten Kulon Progo Sri Budi Utama, dia menegaskan kesiapan daerahnya menopang kebutuhan cabe nasional, utamanya Jakarta dan sekitarnya.

Dengan luas panen cabe saat ini yang mencapai 350 hektare, Kulon Progo siap memenuhi kebutuhan cabe masyarakat Jabodetabek.

Bupati Agung Setyawan mengatakan, wilayah pesisir Galur memang memiliki potensi pertanian hortikultura yang luar biasa. Khususnya komoditas cabe yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Kulon Progo.

"Bahkan cabe kita ini menjadi salah satu penopang kebutuhan cabe nasional. jadi luar biasa," katanya.

Makanya melalui panen raya ini, kata Bupati Agung Setyawan, tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah, tapi juga sebagai bentuk nyata sinergitas antara petani, Pemerintah, perbankan, dan lembaga keuangan dalam membangun kemandirian ekonomi daerah.

Baca juga : Tangani Kemiskinan Harus Disertai Pendidikan Vokasi

"Saya mengapresiasi adanya inovasi digitalisasi pasar lelang cabe di (Kelurahan) Banaran ini. Tadi disampaikan sistem transaksi ini dapat dilakukan melalui Qris. Inovasi ini merupakan bentuk nyata penerapan transformasi digital pertanian yang mempermudah transaksi, meningkatkan transparansi harga, dan juga memperkuat inklusi keuangan bagi para petani," sambungnya.

Lebih lanjut, Bupati Agung Setyawan menegaskan komitmennya dalam memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Dia berharap berharap, implementasi desa ekosistem keuangan eksklusif di Banaran ini dapat menjadi model percontohan di desa-desa lain di Kabupaten Kulon Progo, dan dapat dikembangkan di seluruh wilayah.

"Semoga kegiatan Panen Raya Cabe Pesisir ini membawa berkah dan semangat baru bagi petani Kulon Progo untuk terus berinovasi, serta menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi dan inklusi keuangan dapat berjalan seiring dengan penguatan sektor pertanian," tambahnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.