Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenekraf Genjot Hilirisasi Film Dan Animasi Lewat AKTIF 2025
Sabtu, 22 November 2025 14:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Subsektor Film dan Animasi: Bootcamp Distribusi dan Promosi di Jakarta pada 21–23 November 2025. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas sineas muda sekaligus memperluas akses distribusi dan promosi karya film di pasar domestik maupun internasional.
Berdasarkan data Bicara Box Office, jumlah penonton film Indonesia hingga pertengahan November 2025 telah mencapai sekitar 65 juta penonton. Sementara itu, data Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mencatat, sepanjang 2025 terdapat 178 judul film nasional yang tayang di bioskop.
Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu menegaskan, momentum positif tersebut harus diperkuat melalui strategi pemasaran dan distribusi yang lebih terarah.
“Ini bukti kualitas dan kuantitas yang bergerak maju. Tugas kita sekarang mendorong pemasaran dan distribusinya,” ujar Deputi Ayu, Jumat (21/11/2025), di Hotel Morrisey, Jakarta.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Mampang Sosialisasi Jaminan Sosial Ke Ojol
Program AKTIF dirancang untuk mendorong hilirisasi karya perfilman agar tidak berhenti pada proses kreatif semata, tetapi berkembang menjadi produk bernilai ekonomi dan mampu bersaing di pasar global. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan ekosistem perfilman nasional yang berorientasi pada keberlanjutan.
“AKTIF bukan sekadar ruang kolaborasi, tetapi akselerator bagi sineas muda yang siap menembus batas dan bersaing di industri global,” tambahnya.
Isu penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Deputi Ayu menilai bahwa meskipun kualitas kreator Indonesia sudah terbukti kuat, tantangan terbesar adalah menemukan, memetakan, dan menghubungkan talenta unggul dengan kebutuhan industri. Karena itu, Kementerian Ekraf/Badan Ekraf terus mengembangkan rangkaian bootcamp berkelanjutan dan program akselerasi melalui komunikasi intensif dengan pelaku industri di daerah untuk mengidentifikasi tantangan lokal dan merumuskan solusi bersama.
“Ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu kita dorong lebih serius, karena aspek promosi dan pemasaran adalah pondasi penting dalam penguatan sektor ini,” ujarnya.
Baca juga : Gandeng Kementerian Ekonomi Kreatif, RCTI Hadirkan IMA 2025
Tahun ini, kurator profesional Sastha Sunu, Adrian Jonathan Pasaribu, dan Ayu Diah Cempaka menyeleksi 61 pendaftar kategori film, dan memilih 35 karya untuk mengikuti bootcamp. Peserta berasal dari komunitas kreatif hingga rumah produksi, dengan fokus pada kesiapan karya memasuki pasar.
Program animasi turut menghadirkan talenta dari berbagai daerah yang telah memiliki konsep dan IP matang, namun membutuhkan penguatan pada model bisnis, distribusi, dan kesiapan pasar.
Dari seluruh peserta, tiga karya terbaik berkesempatan memperoleh fasilitasi promosi di JAFF Market dan Asia TV Forum & Market 2025 di Singapura sebagai jalur strategis menuju pasar internasional.
Direktur Film, Animasi, dan Video Kementerian Ekraf, Doni Setiawan, menyoroti pentingnya jembatan antara proses produksi dan distribusi. “Potensi sineas muda Indonesia luar biasa. Namun banyak karya berhenti di tahap produksi tanpa sempat bertemu penontonnya. AKTIF menjembatani gap tersebut melalui materi praktis dari profesional industri dan peluang promosi nyata di forum market internasional,” jelas Doni.
Baca juga : Perkuat Solidaritas Dan Kolaborasi, Human Initiative Gelar FIF 2025
Melalui AKTIF Film dan Animasi, Kementerian Ekraf/Badan Ekraf menargetkan lahirnya sineas dan animator profesional yang unggul secara artistik sekaligus memahami aspek distribusi dan promosi sebagai penentu keberlanjutan karya. Program ini menjadi bagian dari komitmen memperkuat subsektor film dan animasi sebagai pilar ekonomi kreatif yang berdaya saing, inklusif, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional berbasis potensi daerah.
Bootcamp ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan Rangkai, Cinema Poetica, dan Metra TV, menghadirkan sesi intensif yang membahas aspek krusial dalam rantai nilai perfilman, mulai dari legal distribution, strategi promosi, storytelling, ekosistem industri komersial, hingga teknik pitching. Sejumlah praktisi profesional turut menjadi pemateri, di antaranya Barry Maheswara, Novi Hanabi, Aline Jusria, Redemptus Rangga Raditya, dan Aisya Fabien.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya