Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemenag Perkuat Wakaf Produktif, Dorong Kemandirian Pangan Umat
Selasa, 25 November 2025 20:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) memperkuat ekosistem wakaf produktif sebagai instrumen strategis untuk membangun kemandirian ekonomi umat dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Komitmen ini ditegaskan dalam kegiatan Panen Raya Wakaf Produktif Pertanian: Dukung Program Kemandirian Pangan Yatim Dhuafa Indonesia, yang diselenggarakan Yayasan Rindang Indonesia, di Karawang, Jawa Barat.
Program tersebut mengelola lahan wakaf produktif seluas 2,7 hektare yang dimanfaatkan untuk pemberdayaan petani, sekaligus pemenuhan kebutuhan pangan dan pendidikan anak yatim serta dhuafa di wilayah Karawang dan sekitarnya.
Dalam sambutan melalui sambungan Zoom, Menteri Agama (Menag) Prof. KH. Nasaruddin Umar menegaskan bahwa wakaf produktif adalah masa depan ekonomi umat. “Wakaf merupakan amal jariyah yang keberkahannya terus mengalir, meskipun nilai aset yang diwakafkan tidak besar. Yang terpenting adalah bagaimana wakaf dikelola produktif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya yatim dan dhuafa,” ujar Menag.
Baca juga : Keterlibatan Masyarakat Bisa Perkuat Pasokan Pangan MBG
Hadir mewakili Kemenag, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Prof. Waryono Abdul Ghafur. Dia menyampaikan bahwa lahan wakaf produktif di Karawang menjadi model yang selaras dengan arah kebijakan Kemenag dalam memperluas portofolio wakaf produktif nasional.
“Program ini menunjukkan bahwa wakaf dapat menjadi lokomotif ekonomi umat. Sektor pangan adalah sektor masa depan, dan wakaf mampu menghadirkan model pertanian yang mandiri, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Waryono.
Ia juga menjelaskan arah pengembangan jangka panjang. “Kami menargetkan pengembangan lahan wakaf produktif mencapai 1.000 hektare pada 2045, dimulai dengan 35 hektare pada tahun 2030. Saat ini baru 2,7 hektare. Kami mohon doa dan dukungan agar target ini bisa terwujud,” imbuhnya.
Baca juga : Hadiri Parlemen Pelajar IPM Banten, DPR Dorong Kesadaran Hukum Dan HAM
Ketua Umum Yayasan Rindang Indonesia M. Adhie Pamungkas menegaskan, panen raya ini merupakan wujud komitmen yayasan dalam memperkuat ketahanan pangan bagi kelompok rentan melalui pengelolaan wakaf pertanian. “Ini upaya kami menjaga amanah umat dan memastikan hasil pertanian dapat dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan pangan masyarakat prasejahtera, khususnya anak yatim,” ujarnya.
Adhie menjelaskan, Yayasan Rindang Indonesia telah berdiri selama 15 tahun dengan fokus pada pendidikan, ekonomi, dan kesehatan. Program pemberdayaan karakter berbasis kebangsaan dan keagamaan yang dijalankan yayasan telah menyentuh lebih dari 1.019 penerima manfaat di Kota Bekasi dan wilayah lainnya, termasuk Karawang.
Yayasan Rindang Indonesia berharap kolaborasi dengan masyarakat, petani, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama terus berlanjut agar ekosistem wakaf produktif semakin kuat dan memberikan manfaat inklusif bagi masyarakat luas. Kemenag berkomitmen memperluas literasi wakaf, meningkatkan kapasitas nazhir, dan memperkuat integrasi sektor pangan dalam pengembangan wakaf produktif sebagai pilar ketahanan ekonomi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya