Dark/Light Mode

Perkuat Ekosistem, Kemenkop Hidupkan Jaringan Usaha Koperasi

Jumat, 21 November 2025 20:46 WIB
Menkop Ferry Juliantono (kedua kiri) saat membuka acara Musyawarah Wilayah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) wilayah Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (21/11/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)
Menkop Ferry Juliantono (kedua kiri) saat membuka acara Musyawarah Wilayah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) wilayah Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (21/11/2025). (Foto: Dok. Kemenkop)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono berkeinginan untuk menghidupkan kembali Lembaga Jaringan Usaha Koperasi, dengan memperkuat dan memperluas ekosistem bisnis koperasi di seluruh Indonesia.

"Arah eksistensi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih ke depan didorong bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan banyak pelaku usaha, seperti koperasi yang sudah eksisting, BUMDes, warung-warung rakyat, hingga pasar tradisional," ujar Ferry saat membuka acara Musyawarah Wilayah Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) wilayah Jawa Tengah di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Jumat (21/11/2025).

Ferry mengungkapkan, pihaknya akan membangun kekuatan ekonomi rakyat secara bersama-sama.

"Kami mengajak seluruh elemen ekonomi kerakyatan untuk menyatukan kekuatan mulai sekarang," ujarnya.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi, dan Ketua Dekopinwil Jawa Tengah Andang Wahyu Triyanto..

Baca juga : Komit Keterbukaan Informasi Kemenimipas Sajikan Data Informatif & Mudah Diakses

Ferry menjabarkan rencana menjadikan Ikopin University menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

"Tujuannya, agar kita bisa serius mencetak kader-kader koperasi yang baik dan modern," katanya.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, bahwa koperasi nanti bakal memiliki dan mengelola sekitar 80 ribu lebih outlet atau gerai ritel di seluruh Indonesia. "Kita akan kelola itu menjadi ritel moderen," ucapnya. 

Ferry berharap produk-produk yang ada di gerai ritel Kopdes Merah Putih sebaiknya bisa diproduksi koperasi sendiri.

"Memang, tidak semua barang bisa diproduksi koperasi. Maka, hal itu kita bisa kolaborasikan dengan pihak lain, atau bekerja sama dengan swasta," katanya. 

Baca juga : PHR Perkuat Keandalan Listrik Rokan Lewat Pengoperasian MSU-003

Ferry menambahkan, Kemenkop terus mendorong koperasi-koperasi yang ada untuk mulai berpikir tentang bagaimana memproduksi, membangun manufaktur, hingga membangun pabrik-pabrik. "Itu bisa kita mulai dari barang-barang yang sederhana," ucapnya  

Ferry merujuk banyaknya aneka produk UMKM yang sebenarnya bisa dikembangkan. Namun, pelaku UMKM itu jangan menjadi usaha perorangan atau sektor informal.

"Mereka harus berubah menjadi sektor formal dan memiliki badan usaha. Dan badan usaha yang cocok untuk pengembangan produk UMKM adalah koperasi," ujar Ferry.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengungkapkan bahwa tantangan dalam pengembangan koperasi di Indonesia adalah mindset dimana koperasi itu selalu simpan pinjam.

"Kita wajib bersyukur saat ini koperasi diberi kesempatan lagi untuk lebih maju, dengan bisa mengelola tambang, hingga unit-unit usaha yang lain," kata Taj Yasin.

Baca juga : Pemerintah Tingkatkan SDM Unggul Dan Hilirisasi

Menurut Taj Yasin, Wagub Jateng meyakini, bila itu dilaksanakan dengan baik maka kesejahteraan akan dirasakan banyak orang. "Karena, semuanya sudah diwadahi dalam koperasi," kata Taj Yasin.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi menegaskan, sinergitas dan kolaborasi antara Dekopin dan pemerintah wajib harus dijalin dan dijadikan satu tujuan untuk penguatan pergerakan koperasi di setiap wilayah.

"Saat ini, ketika ruang koperasi ini dibuka lebar, maka inilah saatnya bagi para penggerak koperasi di seluruh Indonesia untuk turut memperkuat perekonomian bangsa kita," kata Bambang.

"Untuk memperkuat perekonomian bangsa ini, mulailah dari anak-anak muda yang peduli terhadap koperasi," ujar Bambang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.