Dark/Light Mode

Bahlil Susuri Lumpur Bireuen, Kebut Pemulihan Listrik

Kamis, 4 Desember 2025 07:41 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau wilayah terdampak banjir bandang di Bireuen, Aceh, Selasa (2/12/2025). (Foto: dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat meninjau wilayah terdampak banjir bandang di Bireuen, Aceh, Selasa (2/12/2025). (Foto: dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun langsung ke lokasi terdampak bencana di Bireuen, Aceh untuk memastikan percepatan pemulihan akses listrik dan energi pasca bencana banjir bandang. Robohnya lima tower transmisi listrik di Bireueun, membuat tersebut hampir 100 persen gelap gulita.

“Yang paling fatal itu kan persoalan listrik dan BBM. Listrik di Bireuen ini hampir 100 persen lumpuh, karena ada lima tower induk yang roboh," kata Bahlil saat meninjau lokasi, Selasa (2/12/2025).

Bahlil menjelaskan, lima tower itu roboh bukan karena tidak kuat. Tetapi, karena terjadi pelebaran sungai yang tadinya cuma 90 meter atau 100 meter, menjadi ada yang 1 kilometer atau 1.000 meter pelebarannya. "Itu roboh semua,” cetus Bahlil.

Bahlil menyusuri medan berat hingga titik tower 157 sampai 159, untuk mengecek langsung kerusakan. Tower yang menghubungkan PLTG Arun—dengan kapasitas lebih dari 200 megawatt—ke Banda Aceh itu terputus total. Material baja seberat 35 ton harus diangkut menggunakan helikopter, karena akses darat terputus.

Baca juga : Perum Bulog Percepat Pemulihan Distribusi

Dari lokasi tower, Bahlil melanjutkan kunjungan ke posko pengungsian. Suasana berbeda langsung terasa. Bahlil menampung keluhan warga, dan mengingat kembali pengalaman masa kecilnya ketika terdampak bencana.

“Saya juga anak kampung. Dulu, waktu SD, saya juga pernah kena bencana gunung api meletus pada tahun 1988. Jadi, saya merasakan betul apa yang dirasakan oleh Bapak Ibu semua,” tutur Bahlil.

Di posko itu, Bahlil meminta penambahan dapur umum. “Kita akan membuat dapur umum tambahan, 3 dapur umum di Bireuen. Saat ini, baru ada 1 dapur umum,” tegasnya.

Sektor kelistrikan menjadi fokus utama pemulihan. Pemerintah menargetkan suplai listrik dapat pulih paling lambat Sabtu (6/12/2025), dengan catatan mobilisasi material dan peralatan melalui jalur udara berjalan lancar. Tim dari PT PLN, Pertamina, dan Kementerian ESDM dikerahkan penuh.

Baca juga : Banjir Surut, PSI Binjai Fokus ke Pemulihan Rumah Warga

Di sektor migas, distribusi LPG dijadwalkan masuk Bireuen secara bertahap mulai 3 Desember 2025. Prioritas penyaluran diberikan ke dapur umum. Untuk BBM, pemerintah menyiapkan berbagai skema karena jalur darat dan laut sama-sama terganggu.

“Ada yang kita pakai jeriken 20 liter, ada yang pakai drum 200 liter. Tapi kita tidak boleh menyerah, kita harus estafet. Perintah Bapak Presiden, kita tidak boleh menyerah. Semua kekuatan nasional harus kita kerahkan,” papar Bahlil.

Pemerintah juga memberikan relaksasi aturan pembelian BBM di SPBU. “Barcode untuk sementara kita tiadakan. Saya pikir perlu ada relaksasi, supaya rakyat yang sudah susah ini, jangan kita buat tambah susah,” ujar Bahlil.

Bupati Bireuen Mukhlis menyambut kedatangan Bahlil dan mengapresiasi kehadiran pemerintah pusat di wilayah yang paling parah terdampak. “Bireuen ini salah satu yang paling parah, dan beliau hadir pertama,” ujarnya.

Baca juga : Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh

Upaya pemulihan terus berlangsung di Bireuen dengan pengerahan tenaga teknis, logistik udara, serta dukungan pemerintah daerah. Pemerintah memastikan proses percepatan pemulihan listrik, BBM, dan LPG berjalan intensif agar aktivitas warga dapat kembali normal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.