Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
ESDM Turun Tangan Dirikan Dapur Umum di Bireuen, Pengungsi Tak Dibiarkan Lapar
Jumat, 5 Desember 2025 21:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tak mau buang waktu menghadapi situasi darurat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dia langsung menggerakkan Tim ESDM Siaga Bencana bersama Emergency Response Team (ERT) dari berbagai perusahaan sektor energi, untuk turun ke titik bencana. Salah satu langkah cepatnya: mendirikan dapur umum di sejumlah posko pengungsian, termasuk di Bireuen yang menjadi perhatian khusus.
“Dapur umum di posko-posko pengungsian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah beroperasi penuh sejak tanggal 2 Desember 2025 untuk membantu kebutuhan makan harian masyarakat di beberapa kecamatan terdampak bencana,” ujar Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Permasalahan Hukum Sektor ESDM sekaligus Ketua Tim Energi dan Sumber Daya Mineral Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi, usai Rapat Tindak Lanjut Pasca Kunjungan Menteri ESDM ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Jumat (5/12/2025).
Baca juga : Ketum Bhayangkari Hibur Anak Pengungsian Dan Salurkan Bantuan Di Tapteng
Rudy menekankan, dapur umum bukan sekadar formalitas. Jumlah pengungsi yang mencapai ratusan hingga ribuan orang, membuat kebutuhan makanan tak bisa ditunda.
“Dalam situasi darurat seperti ini, kebutuhan makanan dengan gizi yang memadai sangat krusial, terutama bagi anak-anak, orang tua, dan ibu hamil dan menyusui. Dapur umum yang dibangun Tim ESDM Siaga Bencana memastikan mereka menerima makanan yang layak dan mencukupi,” tegasnya.
Baca juga : Kemenangan Di Madura Jadi Bahan Bakar Persib Tantang Borneo FC
Di Bireuen, Menteri ESDM memberikan perhatian lebih. Dapur umum di Desa Punjot, Kecamatan Jangka, bukan hanya menyediakan makanan, tapi juga memastikan keamanan energi melalui suplai Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang terjaga. Posko ini disiapkan agar kebutuhan pangan pengungsi bisa terpenuhi setiap hari, selama masa darurat.
Tim ESDM Siaga Bencana dibentuk berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Kegiatan operasionalnya di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat fokus pada percepatan evakuasi, pemulihan akses, layanan medis, hingga distribusi logistik untuk wilayah terdampak banjir dan longsor.
Baca juga : J Trust Bank Gelar Donor Darah Untuk Penyintas Thalassemia
Kekuatan tim makin besar dengan hadirnya ERT dari berbagai perusahaan sektor energi, termasuk perusahaan baru. Mereka memperkuat operasi SAR, layanan kesehatan, distribusi logistik, hingga pengoperasian alat berat di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya