Dark/Light Mode

Wamen Fajar Gaungkan Diplomasi Bahasa Indonesia Di ANU Canberra

Sabtu, 6 Desember 2025 19:11 WIB
Wamen Fajar Riza Ul Haq saat bicara di Kongres Bahasa Indonesia di ANU Canberra. (Dok. Kemendikdasmen)
Wamen Fajar Riza Ul Haq saat bicara di Kongres Bahasa Indonesia di ANU Canberra. (Dok. Kemendikdasmen)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, menegaskan pentingnya diplomasi dan pembudayaan Bahasa Indonesia di kawasan regional dan panggung global. Penegasan itu disampaikan Wamen Fajar dalam The First Australian Congress for Indonesian Language 2025 di Hedley Bull Lecture Theater 3, Australian National University (ANU), Canberra, Sabtu (6/12/2025).

Menurut Wamen Fajar, Indonesia dan Australia memiliki posisi strategis bukan hanya dari sisi geopolitik dan pendidikan, tetapi juga dalam peta ekonomi masa depan Indo-Pasifik. Kekayaan mineral strategis yang dimiliki kedua negara menempatkan Indonesia dan Australia sebagai bagian penting rantai pasok global, yang menopang transisi energi terbarukan dan industri berkelanjutan.

Baca juga : Mendagri Ungkap Peluang Indonesia Menjadi Negara Maju

“Bahasa dan pendidikan menjadi fondasi utama kemitraan jangka panjang,” ujar Fajar, yang juga pernah mengikuti program Australia Indonesia Muslim Exchange (AIMEP) tahun 2005 itu.

Fajar menyebut, kehadirannya mewakili Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam forum tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah memperkuat peran Bahasa Indonesia melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan. Langkah ini, katanya, melanjutkan pencapaian Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada Sidang Umum UNESCO ke-43 di Samarkand, Uzbekistan, 4 November lalu. Saat itu untuk pertama kalinya pidato di forum tertinggi UNESCO disampaikan dalam Bahasa Indonesia setelah bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa resmi ke-10 UNESCO.

Baca juga : SEA Games, Tim Bulutangkis Indonesia Terbang ke Thailand

Upaya itu juga berlanjut lewat peresmian program studi Bahasa Indonesia pertama di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, pada 6 November 2025. “Pengakuan internasional ini menunjukkan peran Indonesia dalam memajukan pendidikan, sains, dan kebudayaan dunia,” ucapnya.

Kongres Bahasa Indonesia pertama di Australia ini dihadiri para pemangku kepentingan dari Indonesia dan Australia. Dubes Australia untuk Indonesia Rod Brazier turut memberikan sambutan secara daring. Hadir pula Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu Siswo Pramono, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra Badan Bahasa Iwa Lukmana, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Yuli Rahmawati, serta Chair of Australian Indonesia Institute Lydia Santoso.

Baca juga : Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Jepang

Forum ini diwarnai sesi panel lintas negara yang menghadirkan George Quinn (ANU), Helvy Tiana Rosa (Universitas Negeri Jakarta), Joel Backwell (public policy adviser Australia–Indonesia), serta Mei Turnip, pengajar Bahasa Indonesia. Dilanjutkan dengan focus group discussion yang melibatkan Balai Bahasa Indonesia, Balai Bahasa dan Budaya Indonesia, serta asosiasi guru Bahasa Indonesia dari berbagai negara bagian.

Mengakhiri sambutannya, Wamen Fajar menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menyiapkan kongres pertama Bahasa Indonesia di Australia ini. “Ini momentum penting untuk terus memperkuat ekosistem pembudayaan Bahasa Indonesia di kawasan regional maupun global,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.