Dark/Light Mode

Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Thailand

Selasa, 2 Desember 2025 05:46 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Jumlah mahasiswa yang berasal dari Thailand di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Indonesia semakin hari semakin meningkat. Pada awalnya mereka hanya belajar di beberapa kota besar seperti Jakarta, Yogyakarta, dan Riau, tetapi sekarang telah menyebar ke berbagai perguruan tinggi lain seperti UII Yogyakarta, UIN Aceh, IAIN Palembang, IAIN Padang, dan UIN Malang. Tidak hanya daerah dan perguruan tingginya yang bertambah, tetapi jumlah mahasiswanya juga meningkat.

Mereka memilih Indonesia karena selain relatif dekat dan biaya studi yang lebih terjangkau, pendidikan Islam di Indonesia dinilai lebih komprehensif dan moderat. Pimpinan komunitas muslim Thailand pun setiap tahun selalu berkonsultasi dengan Kementerian Agama terkait penentuan awal Ramadan serta pelaksanaan Hari Raya Idulfitri dan Iduladha.

Thailand dan Indonesia memiliki banyak persamaan, di antaranya sama-sama berada di kawasan yang diapit oleh Australia, Tiongkok, dan India.

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Madagaskar

Dalam sejarah panjang masuknya Islam ke Asia Tenggara, Thailand menjadi salah satu tempat persinggahan para penyebar Islam menuju Nusantara, baik yang datang dari Timur Tengah maupun melalui India. Thailand Selatan merupakan wilayah yang sangat penting dalam sejarah Islam di kawasan ini.

Mayoritas penduduk Thailand menganut agama Buddha, sementara Islam menjadi salah satu agama minoritas sebagaimana Kristen, Katolik, Konghucu, dan Hindu. Islam di Thailand mengalami perkembangan yang cukup pesat. Islam merupakan agama minoritas terbesar di sana, melampaui agama minoritas lainnya. Thailand Selatan, dengan ibu kota Pattani, dihuni oleh etnis Melayu-Muslim.

Di wilayah ini kerap terjadi konflik antara komunitas Muslim dan Buddha, sebab secara administratif Thailand Selatan tetap menjadi bagian dari negara Thailand, tetapi secara demografis wilayah tersebut didominasi oleh masyarakat Muslim.

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Serbia

Sering kali kebijakan pemerintah pusat dianggap tidak adil bagi warga Thailand Selatan. Terlebih sejak kerajaan Melayu dihapuskan pada tahun 1902, masyarakat Melayu mengalami tekanan yang berat. Pada masa pemerintahan Pibul Songgram (1939–1944), masyarakat Melayu-Muslim kerap merasa didiskriminasi oleh pemerintah Thailand yang didukung oleh mayoritas Buddha.

Hingga kini, masyarakat Muslim Pattani masih sering merasa mendapat perlakuan diskriminatif, meskipun pemerintah selalu membantahnya.

Namun, dalam dekade terakhir, posisi politik umat Islam di wilayah tersebut mulai mendapatkan perlakuan yang lebih wajar dibanding sebelumnya.

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Italia

Populasi Muslim di Thailand Selatan—negeri yang dikenal sebagai Negeri Gajah Putih—tersebar di Provinsi Pattani (80%), Yala (68,9%), Narathiwat, Satun (67,8%), serta sebagian wilayah Songkhla.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.