Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bahlil Ngebut Pulihkan Listrik Aceh, PLN Diminta Gaspol
Selasa, 9 Desember 2025 19:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah bergerak cepat memulihkan kelistrikan Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi dan gerakan tanah. Ia memastikan seluruh sumber daya negara dikerahkan untuk mempercepat normalisasi listrik yang hingga kini masih mengalami kendala teknis.
"Kalau ada yang memang belum maksimal kami memberikan pelayanan, kami memohon maaf. Kami akan terus fokus, terus berupaya, agar secara totalitas mempergunakan semua sumber-sumber kekuatan negara dalam rangka percepatan pemulihan di sektor energi yang ada, khususnya di Provinsi Aceh," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (9/12/2025).
Sesuai arahan Menteri ESDM, PT PLN (Persero) diminta bergerak lebih cepat memulihkan sambungan transmisi yang menghubungkan Aceh dengan backbone kelistrikan Sumatera. Hal ini penting setelah transmisi dari Langsa ke Pangkalan Brandan terputus, menyebabkan sistem kelistrikan Aceh terisolasi dari jaringan Sumatera.
Baca juga : PLN Minta Maaf Pemulihan Listrik di Aceh Terhambat, Komitmen Percepat Penormalan
"Tadi, arahan dari Pak Menteri, kami semua siap menjalankan, memulihkan transmisi dari backbone Sumatera ke Langsa (Aceh)," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasojo secara daring
Darmawan kembali menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh karena pemulihan belum sepenuhnya mencapai target semula. Sebelumnya ia melaporkan kepada Menteri ESDM dan Presiden bahwa listrik Aceh diproyeksikan menyala 93 persen pada 7 Desember 2025, namun kondisi lapangan membuat target itu meleset. Kerusakan berat pada jaringan distribusi, akses yang tertutup material banjir, serta pertimbangan keamanan teknis memperlambat progres.
"Kami memohon maaf kepada masyarakat Aceh. Tim kami bekerja siang malam di lapangan, namun beberapa titik masih belum bisa dinyalakan demi menjaga keselamatan warga dan petugas," katanya.
Baca juga : Bahlil Perintahkan Ngebut, Listrik Sumbar Pulih 100 Persen
Menurut Darmawan, kerusakan paling parah terjadi pada jalur transmisi Bireuen-Arun. Enam tower roboh akibat banjir bandang dan pelebaran badan sungai hingga ratusan meter, membuat pembangkit di Arun tidak dapat optimal mengaliri Banda Aceh. Kondisi ini memicu pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.
PLN sebenarnya sempat melakukan sinkronisasi sistem dari pembangkit Arun menuju jaringan Aceh. Pada 8 Desember 2025, PLTMG Arun sudah menyuplai Gardu Induk hingga Bireuen, Takengon, dan Samalanga. Namun perluasan sinkronisasi ke Sigli dan Banda Aceh tertahan karena hambatan teknis, sehingga proses penyaluran harus dihentikan sementara.
Masalah serupa terjadi di jalur transmisi Langsa-Pangkalan Brandan, di mana lima tower roboh dan memutus koneksi Aceh dengan Sistem Besar Sumatera. Asesmen teknis menunjukkan perbaikan lima tower itu membutuhkan maksimal sepuluh hari agar sinkronisasi dapat dilakukan secara aman. Saat ini Banda Aceh masih mengalami kekurangan pasokan sekitar 40 MW sehingga pemadaman bergilir tidak terhindarkan.
Baca juga : Tim ESDM Ngebut Pulihkan Listrik Di Aceh, Sumut Dan Sumbar
Untuk mengurangi dampak pemadaman, PLN mendatangkan tambahan genset khususnya ke wilayah Banda Aceh. Perusahaan juga mempercepat recovery dengan menambah personel, peralatan berat, dan mengalihkan pasokan dari pembangkit terdekat.
"Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh perbaikan secepat mungkin. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama," tegas Darmawan.
Pemerintah dan PLN mengimbau masyarakat berhati-hati dan segera melapor jika menemukan jaringan yang rusak. Masyarakat diminta memastikan instalasi rumah aman sebelum aliran listrik dinyalakan kembali. Pemerintah memastikan akan terus memantau kondisi lapangan dan memaksimalkan seluruh kemampuan negara untuk percepatan pemulihan kelistrikan di Aceh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya