Dark/Light Mode

Bahlil Dorong Pemulihan Listrik Aceh, Tower Darurat Dikebut Di Daerah Terisolir

Rabu, 3 Desember 2025 14:08 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pembangunan tower emergency di Bireuen untuk mempercepat pemulihan listrik Aceh yang lumpuh akibat banjir bandang. (Dok. ESDM)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meninjau pembangunan tower emergency di Bireuen untuk mempercepat pemulihan listrik Aceh yang lumpuh akibat banjir bandang. (Dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turun tangan langsung menangani padamnya listrik di Aceh pascabanjir bandang akhir November. Ia meninjau progres pembangunan tower emergency yang jadi penentu hidupnya kembali listrik di banyak wilayah yang gelap gulita.

"Memang banyak daerah yang kena banjir dan masih banyak daerah yang terisolir. Di samping itu beberapa infrastruktur kita, listrik, tower-tower listrik yang jatuh. Ini yang mengakibatkan kenapa terjadi pemadaman di daerah Aceh dan sekitarnya. Ini sangat memperhatikan dan kita harus melakukan secara serius," kata Bahlil saat berada di Bireuen, Aceh, Selasa (2/12/2025).

Baca juga : Suplai BBM Aceh-Sumatera Aman, Pertamina Kebut Distribusi Ke Daerah Terisolir

Sebanyak 12 tower transmisi roboh dan memutus aliran listrik ke Bireuen, Takengon, dan sekitarnya. Pemerintah bersama PLN menggenjot pembangunan tower darurat. Medannya tidak ramah, lokasi tower berada di area terisolir. Bahlil menyebut seluruh material, total 35 ton, harus diangkut pakai helikopter.

"Hari ini kita akan meninjau beberapa tower induk yang strategis yang harus kita segera pasang. Tapi mobilisasi materialnya sangat susah, semuanya pakai heli. Dan saya bersama Direktur Utama PLN, Dirut Pertamina, kita akan clear-kan tentang pasokan BBM dan bagaimana untuk bisa mempercepat agar listrik bisa nyala," ujarnya.

Baca juga : Lepas Kapal Bantuan, AHY Pastikan Logistik Tembus Wilayah Terisolir

Bahlil menargetkan tower emergency tuntas Jumat (5/12/2025) atau paling lambat Sabtu (6/12/2025), dengan syarat cuaca mendukung proses pengangkutan material.

"Insya Allah kalau kita bangun selesai di Kamis, ini sudah terjadi estafet terus, maka Jumat sore atau malam paling lambat hari Sabtu, Insya Allah listrik sudah nyala semua. Dengan catatan kita doakan cuaca. Cuaca kita doakan agar bisa mobilisasi logistik bisa bekerja," tuturnya.

Baca juga : Pertamina Pulihkan Pasokan LPG Di Aceh Dan Sumatera, 54 SPBE Dioperasikan

PLN mencatat 12 tower SUTT 150 kV rusak di jalur Bireuen-Arun, Brandan-Langsa, serta Peusangan-Bireuen. Dampaknya meluas: Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Selatan, hingga Aceh Singkil ikut terimbas.

Pemulihan listrik menunjukkan progres signifikan. Dari total 263 penyulang yang padam, 153 penyulang (58,2 persen) kembali normal. Gardu distribusi yang menyala kembali 6.844 dari 9.669 gardu (70,8 persen). Beban listrik pulih 173,05 MW (69,8 persen), dan pelanggan yang sudah menikmati listrik kembali mencapai 727.735 pelanggan (69,7 persen).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.