Dark/Light Mode

Sambut Wajib Halal 2026, BPJPH dan Kedubes Denmark Gelar Workshop Logistik Halal

Rabu, 10 Desember 2025 13:26 WIB
Foto: BPJPH.
Foto: BPJPH.

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) bersama Kedutaan Besar Denmark menggelar Workshop on Halal in Logistics/Supply Chain Management and Packaging Materials. Workshop digelar pada 9–10 Desember 2025 di Kantor BPJPH.

Workshop dihadiri oleh Duta Besar Denmark untuk Indonesia Sten Frimodt Nielsen, dan Perwakilan Danish Agriculture and Food Council Stig Munck Larsen.

Workshop menghadirkan sejumlah narasumber dari Indonesia dan Denmark, perwakilan Badan Standardisasi Nasional (BSN), Ketua Asosiasi Logistik Indonesia, serta pelaku industri dari berbagai sektor.

Deputi Bidang Kemitraan dan Standardisasi Halal BPJPH, Abd Syakur, menyampaikan bahwa workshop dilaksanakan sebagai upaya mempersiapkan implementasi Wajib Halal Oktober 2026, sekaligus memperkuat ekosistem halal Indonesia melalui penguatan standar dan praktik terbaik di sektor logistik dan material kemasan.

Syakur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Kedubes Denmark dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait logistik halal.

Baca juga : Disambut Bahagia, Bantuan Kemanusiaan BAZNAS Diterima Warga Palestina

Apalagi, pada Oktober 2026 nanti Indonesia akan melaksanakan kewajiban sertifikat halal penuh sesuai dengan amanat konstitusi.

Berdasarkan UU No. 33/2014 Jaminan Produk Halal (JPH) dan PP No. 42/2024 Penyelenggaraan Bidang JPH, - Pasal 2 UU No.42/2024 “Produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal" di antaranya, Obat Tradisional dan Suplemen, Kosmetik, Produk Kimiawi dan Rekayasa Genetik, Barang Gunaan (Sandang dan Aksesoris, Perbekalan Rumah Tangga, Ibadah Muslim, Kantor, dan Alat Kesehatan Kategori A).

Kemudian, Bagi produk asal luar negeri, meliputi makanan, minuman, hasil penyembelihan, dan jasa penyembelihan, PP 42/2024 menetapkan kewajiban sertifikasi halal ditetapkan paling lambat tanggal 17 Oktober 2026 setelah mempertimbangkan selesainya kerja sama saling pengakuan sertifikat halal.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Denmark dan para pelaku industri yang telah berbagi pengalaman dan best practices dalam pengembangan logistik dan material kemasan halal,” kata Syakur, di Gedung BPJPH, Selasa (9/12/2025).

Syakur menambahkan, workshop ini penting mengingat begitu pesatnya pertumbuhan industri halal dunia.

Baca juga : Sambut Maulid Nabi, Pemerintah Gelar Zikir Kebangsaan Di Istiqlal

“Hal ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan industri halal dan meningkatnya kebutuhan terhadap rantai pasok halal yang transparan, terjamin, dan berintegritas." imbuhnya.

"Saat ini, isu logistik halal menjadi perhatian global karena titik kritis halal justru sering terjadi pada proses transportasi, penyimpanan, distribusi, warehousing, hingga pengemasan produk," jelasnya.

Syakur mengatakan, Indonesia memiliki potensi besar menjadi pemimpin ekonomi halal dunia. Namun, keberhasilan tersebut sangat ditentukan oleh kesiapan ekosistem logistik dan material kemasan halal yang kuat, efisien, dan mampu memenuhi standar internasional.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Mr. Sten Frimodt Nielsen, menyampaikan pandangannya mengenai potensi besar Indonesia dalam penguatan jaminan produk halal.

“Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar memiliki impact besar sehingga aspek halal menjadi sangat penting. Indonesia telah mengembangkan sertifikasi halal yang terstruktur." ungkapnya.

Baca juga : Perkuat SDM ICU, Draeger Dan KATI Gelar Workshop Nasional

"Sementara itu, Denmark sebagai negara kecil dengan ekonomi terbuka berupaya memastikan tidak hanya kesuksesan global tetapi juga keamanan pangan. Kami telah membangun kolaborasi yang luar biasa di berbagai area, dan regulasi halal Indonesia akan didiskusikan bersama selama dua hari ke depan.” sambungnya.

Ia juga menekankan, dengan diselenggarakannya workshop ini, terdapat peluang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait logistik dan pengemasan halal. Hal ini penting karena ambisi dan skala operasinya dinilai luar biasa.

"Menerapkan regulasi dengan cakupan yang begitu luas adalah tugas yang besar. Dan kami berharap dukungan kecil kami dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi legislasi dan pedoman halal BPJPH,” ujarnya.

Melalui workshop ini, BPJPH berharap kolaborasi kedua negara mampu meningkatkan kapasitas pelaku industri dan mempercepat penerapan logistik serta material kemasan halal yang berdaya saing global, sekaligus mendukung kesiapan Indonesia menyambut Wajib Halal 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.