Dark/Light Mode

Ratas Sebelum ke Lokasi Bencana, Presiden dan Para Menteri Bahas Nataru

Minggu, 14 Desember 2025 08:18 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto tak membuang sedikit pun waktu untuk kerja. Di sela mengunjungi korban bencana di posko pengungsian, Prabowo menggelar Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) persiapan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Ratas membahas mengenai kesiapan transportasi, ketersediaan pangan, pasokan BBM dan listrik, hingga layanan komunikasi selama masa Nataru.

Ratas digelar Lanud Soewondo, Kota Medan, Sabtu pagi (13/12/2025), sebelum bertolak ke Langkat. Pejabat yang hadir antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo.

Prasetyo menerangkan, selain memastikan penanganan bencana Sumatera berjalan baik, Presiden memaksimalkan waktunya untuk mempersiapkan momen Nataru. "Tadi pagi beliau memanfaatkan waktu (untuk rapat). Karena memang banyak menteri yang ikut hadir mendampingi beliau," ujar Prasetyo, di posko pengungsian, di MAN 1 Langkat.

Dalam ratas tersebut, Presiden menekankan pentingnya kesiapan berbagai fasilitas umum jelang Nataru. Selama dua pekan ke depan, Prabowo meminta anggota Kabinet Merah Putih meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi agar Nataru berjalan dengan baik.

Baca juga : Presiden Tembus ke Daerah Terisolir Bencana Sumatera

Kepala Negara meminta agar ketersediaan BBM di seluruh wilayah Indonesia dipastikan aman. Juga kesiapan jaringan telekomunikasi agar tetap lancar selama periode libur panjang.

Prasetyo mengatakan, Presiden menyoroti peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Khususnya, terkait potensi peningkatan curah hujan di sejumlah daerah selama Nataru.

Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta bahan makanan. Mengingat, selama periode Nataru jumlah kebutuhan pangan masyarakat akan meningkat.

"Peringatan dini dari BMKG untuk beberapa daerah yang mungkin di Natal dan Tahun Baru ini akan mengalami peningkatan curah hujan untuk juga menjadi perhatian. Termasuk ketersediaan bahan-bahan pokok diminta dijaga kestabilannya di tengah masyarakat," ungkap Prasetyo.

Baca juga : Update Dampak Bencana Sumatera: Meninggal 995, Mengungsi 884.889, 13 Jembatan Putus, 112 Pasar Rusak

Sekretaris Jenderal Partai Golkar M Sarmuji memuji Presiden yang concern mengurus semua kebutuhan rakyat. Dia menilai, Prabowo tak kenal lelah dalam melayani rakyat. Padahal, Prabowo baru pulang dari lawatan ke luar negeri.

"Bekerja seperti nggak ada capeknya, nggak mengenal hari libur. Beliau ingin memastikan kebutuhan rakyat bisa terpenuhi dengan baik, termasuk di saat Nataru," kata Sarmuji, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Sabtu malam (13/12/2025).

Sarmuji berharap, kerja sigap Prabowo itu direspons dengan tepat oleh para pembantunya di kabinet. Semua tugas yang telah diberikan Presiden harus dilaksanakan dengan baik.

Sarmuji berpesan, menteri dan kepala badan/lembaga yang berkaitan dengan Nataru bisa meracik formula yang tepat. "Perlu pendelegasian tugas dengan baik. Di saat banyak persoalan yang harus ditangani, pembagian tugas menjadi sangat penting," pesannya.

Baca juga : Aceh-Pakistan-Moskow-Aceh, Prabowo Pilih Selalu Hadir Di Sisi Rakyat

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyatakan, Ratas ini menunjukkan bahwa persiapan Nataru juga sangat penting. Baik dari segi teknis maupun substantif.

Baskoro menerangkan, saat Nataru, arus transportasi padat. Harga kebutuhan pokok juga merangkak naik. Semua ini harus diantisipasi agar Nataru dapat berjalan dengan lancar dan rakyat terbebani dengan kenaikan harga yang tinggi.

Selain itu, lanjut Baskoro, secara personal Presiden ingin menyampaikan pesan kepada publik bahwa fokus utamanya adalah rakyat. Bukan hanya penanganan di Sumatera, tetapi juga Indonesia.

"Ia fokus bekerja keras tanpa kenal lelah. Demi memastikan seluruh rakyat dapat terpenuhi kebutuhan di daerah bencana maupun saat Nataru," ujarnya, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Sabtu malam (13/12/2025).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.