Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Lewat Taman Wisata Laut Labuhan
PHE WMO Dukung Konservasi Laut dan Ekonomi Pesisir
Minggu, 28 Desember 2025 16:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) terus menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan Program Taman Wisata Laut Labuhan di Desa Labuhan, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Program berbasis ekowisata pesisir ini menjadi bagian strategi One Belt One Road (OBOR) yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi.
Sebagai pengelola Blok West Madura Offshore sejak 2011, PHE WMO tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi migas, tetapi juga menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi utama hubungan dengan masyarakat pesisir. Hingga Desember 2025, PHE WMO mencatat produksi minyak mentah sebesar 1.703 BOPD dan gas 26,454 MMSCFD, dengan wilayah operasi di lepas pantai barat Madura dan fasilitas gas di Gresik.
Program Taman Wisata Laut Labuhan lahir sebagai respons atas kerusakan terumbu karang yang cukup parah. Berdasarkan pengamatan tahun 2017, tutupan karang hidup di perairan tersebut hanya mencapai 10–25 persen atau masuk kategori rusak. Kondisi ini berdampak langsung pada abrasi pantai yang mencapai 5,24 meter per tahun, serta penurunan hasil tangkapan nelayan dari 30–40 kilogram menjadi kurang dari 10 kilogram per sekali melaut.
Baca juga : PLN Siapkan 671 Charger SPKLU Dukung Mobilitas Libur Natal dan Tahun Baru
Menjawab tantangan tersebut, PHE WMO melakukan konservasi terumbu karang melalui metode transplantasi karang menggunakan kubah beton berongga, yang merupakan modul pertama di Indonesia dan telah mendapatkan Hak Cipta.
Sampai saat ini, sebanyak 80 kubah beton berongga dengan 480 fragmen karang berhasil ditanam dan menunjukkan tingkat kesintasan mencapai 97 persen. Empat jenis karang yang ditransplantasi antara lain Acropora millepira, Acropora hyacinthus, Porites cylindrica, dan Sinularia sp.
Keberhasilan konservasi ini berdampak signifikan terhadap peningkatan biodiversitas laut. Jumlah spesies fauna akuatik yang berasosiasi dengan terumbu karang meningkat dari 8 spesies pada 2017 menjadi 40 spesies pada 2024. Pemerintah Desa Labuhan bahkan mereplikasi program ini dengan menanam 130 kubah beton tambahan.
Ketua Pokdarwis Payung Kuning, Moh Sahril, menyebut program ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
Baca juga : Pengamat Optimis, Koperasi Bisa Topang Ekonomi Nasional
“Melalui kegiatan konservasi yang dilaksanakan bersama dengan PHE WMO, tentunya menjadi semangat bagi kami untuk terus menjaga keberlanjutan lingkungan. Kami tidak hanya mendapatkan manfaat dari sisi lingkungan, tapi masyarakat kurang mampu di sini juga dapat terlibat untuk mengembangkan usaha di area wisata,” ujarnya di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Senin (22/12/2025).
General Manager Zona 11 PHE, Zulfikar Akbar, menegaskan pengembangan area operasional ini sejalan dengan rencana strategis yang dituangkan dalam Konsep One Belt One Road (OBOR). Upaya ini bertujuan mewujudkan keberlanjutan, sekaligus mendukung agenda internasional Sustainability Development Goals (SDGs) utamanya tujuan Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan Menjaga Ekosistem Laut serta Menjaga Ekosistem Darat.
“Sebagai tetangga terdekat wilayah operasi kami, tentu kami berharap masyarakat pesisir semakin maju dan sejahtera. Ini sejalan dengan Konsep OBOR dan dukungan terhadap SDGs,” katanya.
Senada, Manager Comrel & CID Regional 4, Rahmat Drajat, menilai inovasi kubah beton berongga sebagai solusi konkret. “Program ini merupakan ide cemerlang karena mampu menjawab persoalan lingkungan sekaligus ekonomi masyarakat nelayan,” tegas Rahmat.
Baca juga : Pemerintah Perkuat Tata Kelola Tambang untuk Dukung Investasi Berkelanjutan
Senior Manager Relations Regional Indonesia Timur, Sigit Dwi Aryono menambahkan PHE WMO Regional Indonesia Timur terus berkomitmen penuh dalam melaksanakan program berkelanjutan sesuai kerangka Environmental, Social & Governance (ESG).
Program ini merupakan implementasi dari aspek sosial yakni hubungan dengan komunitas di sekitar wilayah operasi. Harapannya, kami dapat menjalankan peran kami semaksimal mungkin sebagai pendukung ketersediaan energi negeri, di sisi lain juga menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat lokal,” tambahnya. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya