Dark/Light Mode

Pengamat Optimis, Koperasi Bisa Topang Ekonomi Nasional

Kamis, 18 Desember 2025 17:31 WIB
Foto: CBC.
Foto: CBC.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah derasnya arus kapitalisme global, kehadiran koperasi merah putih sangat dibutuhkan sebagai fondasi ekonomi yang kokoh, berkeadilan dan berpihak pada rakyat.

"Koperasi desa memiliki potensi sebagai sistem fiskal mikro yang mampu memperkuat ketahanan sosial-ekonomi lokal secara sistemik," kata Center for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Namun, stagnasi partisipasi generasi muda, distribusi SHU (Sisa Hasil Usaha) yang tidak adil, dan minimnya inovasi usaha menjadi tantangan utama. 

Baca juga : Gobel: Bendungan Bulango Ulu Bisa Melejitkan Ekonomi Gorontalo

"Realitas hari ini menunjukkan, koperasi masih berjalan di pinggir jalan pembangunan," bebernya.

Akibatnya, kata Deni, potensi koperasi sebagai sistem fiskal mikro yang mampu memperkuat ketahanan desa dan komunitas tidak pernah benar-benar diwujudkan.

"Kebijakan pro-koperasi langkah yang sudah tepat. Pemerintah sebenarnya telah menapaki jalur yang benar dengan memberikan ruang lebih besar bagi koperasi," imbuhnya.

Baca juga : Pertamina Optimalkan Distribusi BBM Dan LPG Di Aceh Pascabencana

Dia bilang, subsidi modal, insentif pajak, hingga digitalisasi koperasi mulai diperkenalkan. Kebijakan ini patut diapresiasi karena menandai keberpihakan negara terhadap ekonomi rakyat.

Namun, diingatkannya, kebijakan yang baik akan kehilangan daya dorong jika tidak didukung oleh kelembagaan yang kuat. Arah kebijakan ekonomi nasional seharusnya lebih berpihak pada koperasi.

"Perlu diingat, Menkop memiliki penelitian akan koperasi yang sangat state of the art. Sinergi ini akan menciptakan ekosistem ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan sesuai dengan amanat konstitusi," kata Deni.

Baca juga : Golkar Tegaskan Reforma Agraria sebagai Kunci Keadilan Sosial dan Ekonomi Nasional

Selama ini, kata dia, oligarki ekonomi menjadi tembok besar yang menghalangi perkembangan koperasi. Kebijakan yang berpihak pada segelintir pemilik modal besar membuat koperasi kehilangan daya saing.

"Padahal, koperasi memiliki potensi besar untuk menciptakan distribusi kekayaan yang lebih merata dan memperkuat ketahanan sosial-ekonomi bangsa," tandasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.