Dark/Light Mode

Gus Ipul: Penyaluran Terus Dikejar, BLTS Bencana Capai 88 Persen

Kamis, 1 Januari 2026 08:15 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah) saat Refleksi Akhir Tahun Kementerian Sosia di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (31/12/2025). (Foto: Dok. Kemensos)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (tengah) saat Refleksi Akhir Tahun Kementerian Sosia di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (31/12/2025). (Foto: Dok. Kemensos)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memastikan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) menjangkau masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Gus Ipul mengatakan, penyaluran BLTS di wilayah bencana telah mencapai rata-rata lebih dari 85 persen hingga akhir 2025.

"Untuk daerah bencana, khususnya di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, capaian penyaluran di Aceh sudah sekitar 88 persen. Sementara di Sumatera Barat dan Sumatera Utara masih di kisaran 82 sampai 83 persen," ujar Gus Ipul dalam pada Refleksi Akhir Tahun Kementerian Sosia di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Gus Ipul mengungkapkan, proses penyaluran di wilayah bencana membutuhkan upaya lebih keras.Terdapat tantangan medan, keterbatasan infrastruktur, serta kondisi warga yang masih berada di pengungsian.

Baca juga : Malam Tahun Baru, Penumpang Whoosh Diprediksi Naik 25 Persen

"Penyaluran di Provinsi Aceh sampai sekarang sudah 88 persen meskipun di lapangan ada kendala tentang jaringan internet misalnya, listrik juga belum stabil, akses menuju beberapa kabupaten kota juga masih belum semuanya bisa ditembus. Tetapi terus bekerja sampai hari ini sudah cukup banyak itu 88 persen," ujarnya.

Gus Ipul mengatakan per hari ini ada tiga kantor Pos yang belum bisa beroperasi di Aceh Tamiang. Gus Ipul menjelaskan, BLTS merupakan bantuan tambahan yang disalurkan di luar skema BLTS reguler sebagai respons cepat pemerintah terhadap kondisi darurat.

"Dalam tiga bulan terakhir ini ada BLTS Kesra di luar BLTS reguler. Kalau BLTS reguler menyasar kisarannya 18 juta KPM, sementara BLTS ini menyasar lebih dari 35 juta penerima, tentu bergantung pada data yang sudah diverifikasi oleh pemerintah daerah bersama Kemensos dan BPS," kata Gus Ipul.

Berdasarkan data terkini Kemensos, lebih dari 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) telah dinyatakan layak menerima BLTS.

Baca juga : Pos Indonesia: Realisasi BLT Kesra Capai 90 Persen, 3,2 Juta KPM Cair

Penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta PT Pos Indonesia, dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses wilayah penerima.

Lebih lanjut Gus Ipul mengatakan, secara nasional penyaluran BLTS telah mencapai lebih dari 97 persen.

Namun, di sejumlah wilayah terdampak bencana, proses penyaluran membutuhkan upaya ekstra karena tantangan medan, keterbatasan infrastruktur, serta kondisi warga yang masih berada di pengungsian.

"Sebagian besar BLTS sudah disalurkan, baik di daerah bencana maupun di daerah-daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Baca juga : Pemulihan Pascabencana Terus Berjalan, Buka Jalan Terisolasi di Agam

Ia  menambahkan, Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, serta petugas PT Pos dan Dinas Sosial setempat untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.