Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemerintah Anggarkan Rp 60 T Di APBN 2026 Untuk Penanganan Bencana
Selasa, 6 Januari 2026 21:59 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran penanganan bencana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dengan nilai diperkirakan mencapai Rp53 triliun hingga Rp60 triliun.
Prasetyo menyebutkan anggaran tersebut masih dalam tahap finalisasi seiring meningkatnya intensitas bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia.
“Sudah dianggarkan di APBN 2026,” kata Prasetyo di sela-sela Retret Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Baca juga : Pemerintah Bangun Tempat Pengolahan Sampah Jadi Energi Di 34 Titik
Ia menjelaskan anggaran penanganan bencana terdiri atas beberapa skema pembiayaan dan tidak seluruhnya merupakan dana siap pakai (DSP). Menurut dia, terdapat perbedaan antara dana siap pakai yang dikelola Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan anggaran pemulihan pascabencana.
“Dana siap pakai itu adalah dana yang dialokasikan ke BNPB dan digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi keadaan darurat atau bencana,” ujar Prasetyo.
Sementara itu, untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pemulihan fasilitas umum dan infrastruktur, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran tersendiri di luar dana siap pakai.
Baca juga : Ancol Serahkan 150 Juta Rupiah, Bantu Pemulihan Bencana Sumatra
“Kalau berkenaan dengan proses pemulihan, rehabilitasi, maupun rekonstruksi dan pemulihan kembali seluruh fasilitas umum, itu ada alokasi dari APBN tersendiri,” katanya.
Prasetyo juga menyinggung rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Bencana. Ia membenarkan bahwa pemerintah tengah mematangkan keputusan pembentukan satgas tersebut, namun penetapan struktur dan pimpinan masih menunggu keputusan Presiden Prabowo Subianto.
“Iya, nanti malam ini baru mau diputuskan oleh Bapak Presiden. Nanti akan kami perbarui setelah selesai,” kata Prasetyo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya