Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Panen Raya Di Cirebon
Kementan Pastikan Harga Bawang Merah Aman Hadapi Puasa Dan Lebaran
Minggu, 1 Februari 2026 14:52 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memastikan pasokan bawang merah dari Cirebon dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Bulan Puasa hingga Lebaran.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Sunusi mengatakan produktivitas bawang merah di Kecamatan Pangenan rata-rata mencapai 10 ton per hektare. Angka tersebut dinilai cukup tinggi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
“Kalau mengacu data BPS, rata-rata nasional berada di kisaran 11 hingga 12,5 ton per hektare. Dengan hujan hampir setiap hari dan cuaca ekstrem, capaian Cirebon ini sudah di atas rata-rata dan sangat luar biasa,” ujar Agung di sela panen raya bawang merah di Desa Ender, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Sabtu (31/1/2026).
Baca juga : Pemulihan Pascabencana, Huntara di Sejumlah Daerah Sumbar Hampir Rampung
Ia mencontohkan, pada satu titik lahan seluas 26 hektare di Desa Ender saja, potensi produksi mencapai sekitar 260 ton bawang merah. Jumlah tersebut baru berasal dari satu lokasi panen.
Menurut Agung, Dinas Pertanian dan Champion Bawang Merah Kabupaten Cirebon, hingga menjelang Lebaran, Kabupaten Cirebon memiliki sekitar 350 hektare lahan bawang merah siap panen yang tersebar di empat kecamatan sentra produksi.
Dengan asumsi produktivitas 10 ton per hektare, pasokan bawang merah dari Cirebon dinilai cukup untuk mengamankan kebutuhan selama Puasa dan Lebaran. “Artinya Kabupaten Cirebon siap mengamankan pasokan bawang merah untuk puasa dan tentunya Lebaran,” tegasnya.
Baca juga : Kemenag Pastikan Bayar Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Anggaran Sudah Diajukan
Agung menjelaskan pola tanam bawang merah di Cirebon berlangsung berkelanjutan. Setelah panen, petani kembali melakukan pengolahan lahan, penanaman tanpa jeda panjang.
Saat ini, selain 350 hektare yang dipanen, terdapat sekitar 500 hektare lahan yang sudah kembali ditanami.
“Tidak ada istilah lahan tidur. Panen ada, tanam juga ada. Ini sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian agar produksi dan harga bawang merah tetap aman dan stabil,” ujarnya.
Baca juga : Kapolri Resmikan Direktorat PPA-PPO Di 11 Polda Dan 22 Polres
Dari sisi distribusi, bawang merah hasil panen Cirebon hanya membutuhkan waktu pengeringan sekitar dua hingga tiga hari sebelum dikirim ke pasar, termasuk ke wilayah Jabodetabek. Hal ini dinilai membantu menjaga kelancaran pasokan nasional.
Terkait harga, Agung menyebut harga bawang merah di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp25.000 per kilogram. Dengan harga tersebut, ia berharap harga di tingkat konsumen berada dikisaran Rp35.000 an per kilogram.
“Harga acuan pemerintah, berada di rel yang tepat. Petaninya tersenyum, konsumennya juga tenang dan bisa fokus beribadah menyambut puasa,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya