Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Panen Raya Di Cirebon
Kementan Pastikan Harga Bawang Merah Aman Hadapi Puasa Dan Lebaran
Minggu, 1 Februari 2026 14:52 WIB
Sebelumnya
Ketua Champion Cirebon, Syaiful, mengakui produksi bawang merah di Kecamatan Pangenan memang sedikit menurun akibat cuaca ekstrem. Dalam kondisi normal, produktivitas bisa mencapai 12–14 ton per hektare, namun saat ini rata-rata berada di angka 10 ton per hektare.
“Meski turun, petani masih untung. Dengan luasan panen sekitar 350 hektare dan produktivitas 10 ton per hektare, bawang merah Cirebon aman hingga pasca Lebaran,” kata Syaiful.
Ia menyebut harga bawang merah di petani ukuran sedang saat ini berkisar Rp25.000 per kilogram. Sementara di pasaran, kualitas super bisa mencapai Rp 30.000 per kilogram.
Dengan biaya produksi petani sekitar Rp15.000–Rp18.000 per kilogram, margin keuntungan dinilai masih sangat layak. “Petani untung, konsumen tersenyum. Semua senang,” ujarnya.
Baca juga : Pemulihan Pascabencana, Huntara di Sejumlah Daerah Sumbar Hampir Rampung
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Makam Wada, Nashori, mengatakan dengan harga Rp20.000–Rp25.000 per kilogram, petani sudah berada pada posisi menguntungkan. Namun ia menyoroti masih kuatnya peran tengkulak dalam rantai perdagangan bawang merah di Cirebon.
“Rata-rata bawang di sini sudah dibeli tengkulak sejak usia tanaman 45 hari. Transaksi biasanya langsung di lahan,” ungkap Nashori.
Ia menyebut sebagian besar bawang merah Cirebon dibeli oleh tengkulak dari Brebes, sehingga di pasar sering disebut sebagai bawang Brebes meski berasal dari Cirebon. Ke depan, ia berharap ada dukungan Pemerintah berupa permodalan dan fasilitas pergudangan.
“Harapan kami, Cirebon bisa difasilitasi menjadi kawasan bawang merah seperti Brebes, sehingga nilai tambahnya tetap di daerah,” harapnya.
Baca juga : Kemenag Pastikan Bayar Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Anggaran Sudah Diajukan
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon menjelaskan penurunan produktivitas dari kondisi normal 12–14 ton per hektare menjadi sekitar 10 ton per hektare merupakan dampak langsung dari cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut masih tergolong aman dan menguntungkan bagi petani.
“Dengan luas panen sekitar 350 hektare dan produktivitas rata-rata 10 ton per hektare, pasokan bawang merah Cirebon tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan menjelang Ramadan hingga pasca-Lebaran,” ujarnya.
Deni menambahkan, dari sisi harga, kondisi di tingkat petani juga masih berada pada koridor yang sehat.
Baca juga : Kapolri Resmikan Direktorat PPA-PPO Di 11 Polda Dan 22 Polres
Ia menyebut harga bawang merah di kisaran Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram, bahkan bisa mencapai Rp30 ribu untuk kualitas super, masih memberikan margin keuntungan karena biaya produksi petani berada di rentang Rp15 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.
Namun demikian, Dinas Pertanian mencatat adanya persoalan tata niaga, terutama ketergantungan petani pada tengkulak dan keterbatasan permodalan serta pergudangan.
“Masukan dari kelompok tani menjadi perhatian kami. Ke depan, kami akan mendorong fasilitasi pembiayaan dan penguatan pascapanen agar bawang merah Cirebon memiliki identitas sendiri dan mampu bersaing sebagai kawasan sentra, tidak lagi sekadar dikenal sebagai bawang dari daerah lain,” tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya